<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Hukum Islam terhadap Ketidaksesuaian Mahar Antara yang disepakati dengan yang diberikan dalam Akad Nikah

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Di dalam pernikahan terdapat rukun dan syarat, salah satunya yaitu mahar yang diberikan oleh pihak pria kepada pihak perempuan sebagai sebuah tanda atau simbol dari keseriusan untuk menikah, dan tanda sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan. Namun hal ini tidak selalu sesuai saat pelaksanaannya. Ketidaksesuaian mahar menimbulkan perselisihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana pandangan hukum islam terkait mahar dan ketidakseuaiannya, dan menemukan solusi dari hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan normatif. Data yang dikumpulkan melalui riset penelitian terdahulu, baik berupa jurnal maupun skripsi, dan juga hukum mengenai mahar dalam pernikahan dari para ulama Mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pernikahan walaupun dari ke empat Mazhab hanya Imam Malik yang menetapkan mahar sebagai rukun nikah, sedangkan ketiga yang lainnya menetapkan mahar sebagai syarat nikah, namun dengan tujuan yang sama yakni mengangkat derajat perempuan. Untuk penyelesainnya dikembalikan kepada pihak perempuan jika terjadi ketidaksesuaian mahar. Ada yang mengikhlaskan, ada yang menjadikannya utang untuk pihak pria. Dari hal ini peneliti menyimpulkan bahwa pemahaman mahar harus lebih dipelajari bukan hanya dari satu pihak, akan tetapi dari kedua belah pihak. Terjadinya ketidaksesuaian disebabkan kurangnya pemahaman mengenai makna dari mahar itu sendiri. Dengan kedua belak pihak memahami tersebut, tidak akan ada rasa keberatan (pihak pria), merasa direndahkan (pihak perempuan.)

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By