Pengaruh Welas Asih Diri Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan dengan Resiliensi Sebagai Mediator
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Remaja merupakan fase krusial yang membutuhkan peran keluarga, akan tetapi tidak semua remaja beruntung dan mampu tinggal bersama keluarga sehingga keadaan tersebut memaksa remaja untuk tinggal di panti asuhan. Kekosongan peran keluarga membuat remaja yang tinggal di panti asuhan rentan mengalami kesejahteraan psikologis yang rendah. Oleh sebab itu, remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung mengandalkan kemampuan diri sendiri seperti welas asih diri dan resiliensi untuk dapat menghadapi kondisi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan welas asih diri dengan kesejahteraan psikologis yang dimediasi oleh resiliensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model hubungan tiga variabel yang akan dianalisis dengan uji analisis mediasi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di panti asuhan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga alat ukur psikologi yaitu 10-item CD-RISC, Skala Welas Diri (SWD) dan Psychological Well-Being Scale (PWBS). Data dianalisis dengan menggunakan software statistik JASP versi 0.18.3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mampu menjadi mediator parsial dalam pengaruh welas asih diri terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja yang tinggal di panti asuhan dengan nilai estimate 0,147 dan nilai p < 0,001. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan psikologis yang signifikan antara remaja laki-laki dan perempuan. Remaja laki-laki memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi asal daerah subjek secara lebih luas dan menyeimbangkan jumlah antara subjek laki-laki dan perempuan.