Evaluasi Kinerja Uji Coba Bus Listrik Trans Jogja pada Trayek Ngabean – Malioboro
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Transportasi umum berperan penting dalam mengurangi kemacetan, polusi, dan
penggunaan kendaraan pribadi. Sejak 2023, Pemerintah Daerah Yogyakarta mengoperasikan bus
listrik Trans Jogja pada trayek strategis Ngabean–Malioboro–Ngabean untuk mendukung mobilitas
ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja operasional dan kepuasan pengguna
berdasarkan regulasi dan standar pelayanan minimal, dengan tujuan memberikan rekomendasi
peningkatan kualitas layanan serta mendukung keberlanjutan transportasi umum di Yogyakarta.
Metode penelitian ini mengacu pada pedoman Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan
Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 dengan fokus pada indikator kinerja operasional seperti
load factor, kecepatan perjalanan, waktu sirkulasi, dan headway. Selain itu, metode Customer
Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengukur
tingkat kepuasan penumpang terhadap layanan bus listrik Trans Jogja. Penelitian ini memanfaatkan
data primer dan sekunder yang diolah melalui analisis kuantitatif sehingga menghasilkan
kesimpulan yang dapat menjadi dasar rekomendasi peningkatan kualitas layanan transportasi umum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional Bus Listrik Trans Jogja Trayek
Ngabean–Malioboro–Ngabean masih perlu ditingkatkan, ditunjukkan oleh load factor hari Kamis
sebesar 17% dan Minggu 32%, headway rata-rata yang jauh melebihi standar (31,23 menit), waktu
sirkulasi 0,70 jam, dan kecepatan perjalanan yang rendah (14,25 km/jam). Namun, hasil evaluasi
pelayanan dengan metode IPA memperlihatkan sebagian besar indikator penting telah terlaksana
dengan baik, sementara kekurangan hanya terdapat pada aspek yang dianggap kurang penting oleh
pengguna. Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 91,39% menegaskan bahwa mayoritas
penumpang merasa sangat puas terhadap layanan bus listrik, sehingga strategi yang tepat adalah
mempertahankan kualitas layanan yang sudah baik disertai dengan perbaikan kecil berkelanjutan
pada aspek operasional.