<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Adiksi Media Sosial Sebagai Mediator dalam Hubungan Ekstraversi dan Fomo (Fear Of Missing Out) Pada Emerging Adulthood

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Emerging adulthood merupakan fase baru bagi individu memasuki kehidupan remaja dan dewasa awal, sehingga idealnya individu akan menjalin relasi dan melakukan eksplorasi diri. Fear of missing out (FoMO) akan muncul ketika individu memiliki rasa takut dan khawatir tertinggal informasi atau kegiatan penting dari orang-orang di sekitarnya. Bagi individu dengan kepribadian ekstraversi yang cenderung memiliki tingkat sosial tinggi, media sosial menjadi sarana untuk terus terhubung dengan orang-orang di sekitarnya yang mengakibatkan ketergantungan serta adiksi dengan media sosial, sehingga takut melewatkan pengalaman orang lain yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur, yaitu Fear of Missing Out (FoMO) Scale, Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), dan Eysenck Personality Inventory (EPI). Partisipan penelitian sebanyak 237 individu (62 laki-laki dan 175 perempuan) yang berusia 18 - 29 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan software statistik JAMOVI 2.3.38. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adiksi media sosial berperan positif secara signifikan sebagai mediator parsial terhadap kepribadian ekstraversi dan fear of missing out (FoMO) dengan nilai estimate sebesar 0.267 dan p = 0.001 (p < 0.05). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok laki-laki dan perempuan. Individu laki-laki memiliki tingkat fear missing out (FoMO) yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hasil data demografis lainnya, seperti lama penggunaan media sosial, pekerjaan, dan usia tidak memiliki perbedaan tingkat fear of missing out (FoMO).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By