<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pemodelan Banjir Sungai Cibeureum Ruas CB.64-CB.97 Menggunakan Software HEC-RAS 6.5

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sungai Cibeureum pada ruas CB.64–CB.97 di Kabupaten Cilacap memiliki potensi banjir yang tinggi akibat keterbatasan kapasitas penampang dalam menampung debit aliran, terutama saat terjadi hujan berintensitas besar. Kejadian banjir pada 5 Desember 2024 menunjukkan bahwa sungai meluap dan menyebabkan genangan setinggi 60–100 cm yang berdampak pada kerugian fisik dan nonfisik serta mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kapasitas eksisting sungai belum mampu mengalirkan debit banjir secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis hidrologi dan hidraulika untuk mengetahui karakteristik banjir serta menentukan metode pengendalian yang efektif pada ruas Sungai Cibeureum yang ditinjau. Analisis dalam penelitian ini menggunakan data hidrologi berupa curah hujan untuk menentukan debit banjir rancangan pada berbagai kala ulang. Perhitungan debit banjir dilakukan untuk kala ulang 2 tahun (Q2), 10 tahun (Q10), dan 25 tahun (Q25). Hasil analisis hidrologi menunjukkan bahwa debit banjir rancangan sebesar 71,552 m3/detik untuk Q2, 225,197 m3/detik untuk Q10, dan 323,949 m3/detik untuk Q25, dengan waktu menuju debit puncak sekitar 3 jam. Hasil pemodelan kondisi eksisting menggunakan kala ulang 2 tahun (Q2) menunjukkan bahwa kapasitas penampang sungai pada beberapa titik belum mampu menampung debit banjir secara optimal, dengan kondisi kritis terjadi pada Sta.23 di bawah jembatan Sta.23,5. Hasil kalibrasi menunjukkan selisih muka air antara hasil simulasi dan kondisi lapangan sebesar ±0,6 m yang masih dapat diterima. Upaya pengendalian banjir dilakukan melalui beberapa skenario penampang sungai yang mengacu pada kriteria teknis Permen PUPR No. 12 Tahun 2014. Berdasarkan hasil simulasi, skenario 1 untuk debit Q10 dipilih karena mampu meningkatkan kapasitas aliran secara efisien tanpa perubahan geometri yang signifikan, sedangkan skenario 3 untuk debit Q25 dipilih karena memberikan kapasitas yang lebih besar melalui penyesuaian penampang yang lebih menyeluruh.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By