Hubungan antara Optimisme dengan Kecenderungan Depresi pada Remaja
| dc.Identifier.NIM | 04320153 | |
| dc.contributor.author | Astuty, Kony | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-13T07:05:59Z | |
| dc.date.available | 2026-07-13T07:05:59Z | |
| dc.date.issued | 2008 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kecenderungan depresi pada remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara optimisme dengan kecenderungan depresi pada remaja. Semakin tinggi optimisme maka kecenderungan depresi pada remaja akan semakin rendah, sebaliknya semakin rendah optimisme maka kecenderungan depresi pada remaja akan semakin tinggi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia antara 15-18 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, duduk di bangku SMA, beragama Islam, dan berdomisili di Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 84 orang, terdiri dari 36 laki-laki dan 48 perempuan. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecenderungan depresi pada remaja yang diadaptasi dari Beck Depression Inventory II (Burns, 1988; Beck, 1996). Skala ini mengacu pada ciri-ciri depresi yang dikemukakan oleh Beck (1985), yaitu adanya perubahan kondisi emosional, perubahan motivasi, perubahan kognitif, serta perubahan fisik. Skala optimisme disusun sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada dimensi-dimensi optimisme (raja') yang dikemukakan oleh Faridh (1989), yaitu cinta kepada apa yang diharapkan, takut harapannya akan hilang, dan berusaha untuk mencapai apa yang diharapkan. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara optimisme dengan kecenderungan depresi pada remaja. Berdasarkan perhitungan koefisiensi reliabilitas pada kedua skala dalam penelitian ini, diketahui bahwa koefisiensi reliabilitas Alpha (a) untuk skala kecenderungan depresi pada remaja sebesar 0,879 dan koefisiensi reliabilitas Alpha (a) untuk skala optimisme sebesar 0,933. Hasil korelasi product moment dari pearson menunjukan angka korelasi sebesar r = -0,225 dan p = 0,020 (p < 0,05) yang artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara optimisme dengan kecenderungan depresi pada remaja. Jadi hipotesis penelitian diterima. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/64358 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Optimisme, | en_US |
| dc.subject | Raja', | en_US |
| dc.subject | Kecenderungan Depresi pada Remaja | en_US |
| dc.title | Hubungan antara Optimisme dengan Kecenderungan Depresi pada Remaja | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |