<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Hemoglobin Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi utama yang dialami oleh remaja adalah kelebihan berat badan dan kekurangan zat gizi mikro, sehingga dapat sebabkan anemia defisiensi besi. Indeks Massa Tubuh (IMT) menjadi alat ukur sederhana untuk memantau status gizi. Dengan rendahnya IMT dapat diartikan dengan status gizi yang kurang yang mencerminkan kurangnya asupan nutrisi untuk membentuk Hb. Pada zaman sekarang, terdapat pergeseran pola makan menjadi tinggi energi namun rendah nutrisi dan rendah aktivitas fisik sehingga meningkatkan IMT. Obesitas dapat menghambat penyerapan zat besi yang akan digunakan dalam pembentukan Hb. Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan IMT dengan kadar Hb pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Metode Penelitian: Pengukuran tinggi dan berat badan dilakukan secara langsung untuk menghitung IMT. Pengukuran kadar Hb menggunakan alat Easytouch GcHb dari darah perifer. Pola makan diukur menggunakan food frequency questionnaire dan food record. Aktivitas diukur menggunakan global physical activity questionnaire. Uji Kruskal-Wallis digunakan untuk mencari hubungan antara IMT dan kadar Hb. Nilai P<0.001 menunjukan hubungan yang signifikan. Hasil: Diantara 213 responden, sebanyak 51.6% memiliki IMT tidak normal. Sebanyak 70.9% responden tidak mengalami anemia. Dalam peneilitan ini, tidak didapatkan hubungan antara IMT dan kadar Hb dengan p=0.616. Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan IMT dengan kadar Hb pada mahasiswi Fakulatas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By