Implementasi Konsep Building Information Modelling (Bim) Dalam Merencanakan Pengestimasian Biaya Dan Penjadwalan Pekerjaan Struktural (Implementation Of The Concept Of Building Information Modeling (Bim) In Planning Cost Estimation And Scheduling Of Structural Work) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Drc Pt Bank Bpd Diy)
| dc.Identifier.NIM | 18511093 | |
| dc.contributor.advisor | Fitri Nugraheni, S.T., M.T., Ph.D. | |
| dc.contributor.author | HARDIAN WIBISONO SUBARTO | |
| dc.date.accessioned | 2022-12-16T01:45:16Z | |
| dc.date.available | 2022-12-16T01:45:16Z | |
| dc.date.issued | 2022-09-11 | |
| dc.description.abstract | Kemajuan teknologi yang sangat pesat ini mulai merambah ke bidang konstruksi, di Indonesia pemerintah baru saja mewajibkan menggunakan BIM yang dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2021 mengenai pelaksanaan dan pengawasan bangunan gedung, dengan diwajibkan penggunaannya maka perusahaan-perusahaan konstruksi di Indonesia mulai melatih pegawainya untuk belajar mengenai implementasi konsep Building Information Modelling (BIM) dengan beberapa perangkat lunak yang berbasis Open BIM. Pada penelitian ini akan membahas implementasi konsep BIM dalam mendukung estimasi biaya atau BIM 5D dan penjadwalan BIM 4D pada pekerjaan struktural. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit untuk estimasi biaya dengan cara bantuan informasi Quantity Take Off (QTO) untuk pekerjaan struktural, kemudian membandingkan dengan volume existing. Untuk penjadwalan penelitian ini menggunakan perangkat lunak Autodesk Navisworks untuk menjalankan Simulation Scheduling yang dibuat berdasarkan volume permodelan yang didapat dari Autodesk Revit. Hasil analisis BIM 5D mengatakan terjadi selisih antara volume existing dengan volume permodelan jika dilihat dari total biaya, untuk total biaya existing sebesar Rp5.570.066.588 sedangkan untuk total biaya dengan volume permodelan sebesar Rp5.381.709.371. Maka dari itu permodelan dengan Autodesk Revit mendapatkan biaya lebih murah yaitu Rp188.357.217 atau 3,382 % lebih hemat. Untuk analisis 4D mendapat durasi total pengerjaan pekerjaan struktural menjadi 25 minggu yang pada awalnya penjadwalan existing hanya 12 minggu dari hasil tersebut terlihat signifikan perbedaannya yaitu memiliki selisih 13 minggu, hal itu terjadi dikarenakan beberapa pekerjaan pada volume permodelan melebihi existing. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/40987 | |
| dc.publisher | UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA | en_US |
| dc.subject | BIM | en_US |
| dc.subject | 4D | en_US |
| dc.subject | 5D | en_US |
| dc.subject | Autodesk Revit | en_US |
| dc.subject | Autodesk Navisworks | en_US |
| dc.title | Implementasi Konsep Building Information Modelling (Bim) Dalam Merencanakan Pengestimasian Biaya Dan Penjadwalan Pekerjaan Struktural (Implementation Of The Concept Of Building Information Modeling (Bim) In Planning Cost Estimation And Scheduling Of Structural Work) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Drc Pt Bank Bpd Diy) | en_US |