Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Dan Bentonit Pada Tanah Lempung Terhadap Parameter Kuat Geser Tanah
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dalam suatu pekerjaan konstruksi bangunan sipil, jenis dan karakteristik tanah merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diketahui. Kondisi iklim di Indonesia yang memiliki musim penghujan dan musim kemarau sangat mempengaruhi perubahan kadar air pada tanah sehingga tidak semua jenis tanah dapat secara langsung digunakan sebagai material konstruksi. Salah satu jenis tanah yang sering menimbulkan permasalahan akibat perubahan kadar airnya dalam pekerjaan konstruksi di Indonesia adalah tanah lempung. Perubahan kadar air pada tanah lempung yang sangat tinggi dapat mengakibatkan tanah bersifat sangat kohesif. Sifat ini dapat menyebabkan keruntuhan tanah akibat kuat geser tanah yang rendah. Oleh karena itu diperlukan perbaikan tanah lempung dengan cara stabilisasi kimia menggunakan bahan tambah bentonit dan arang tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik tanah asli, klasifikasi tanah asli, nilai parameter kuat geser tanah asli, dan nilai parameter kuat geser tanah yang distabilisasi dengan bahan tambah. Pada penelitian ini dilakukan pengujian geser langsung (direct shear test) untuk mendapatkan nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (ϕ) pada tanah yang berasal dari Desa Klangkapan II, Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengujian geser langsung dilakukan pada tanah asli tanpa pemeraman dan tanah asli sesudah diberi bahan tambah dengan pemeraman. Variasi penggunaan bahan tambah stabilisasi yaitu bentonit sebesar 3% dan variasi persentase arang tempurung kelapa sebesar 4%, 6%, dan 8% terhadap berat kering tanah dengan masa pemeraman selama 3 hari, 7 hari, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bentonit mengakibatkan penurunan nilai parameter kuat geser tanah sedangkan penambahan arang tempurung kelapa mengakibatkan kenaikan nilai parameter kuat geser tanah bersamaan dengan penambahan kadar bahan tambah dan lama masa pemeraman. Penurunan nilai kohesi dan sudut geser dalam tertinggi terjadi pada variasi sampel tanah asli dengan penambahan 3% bentonit dengan masa pemeraman 14 hari, yaitu 0,184 kg/cm sebesar 6,01% dari nilai sudut geser dalam tanah asli. Peningkatan nilai kohesi dan sudut geser dalam tertinggi terjadi pada variasi sampel tanah asli dengan penambahan 8% arang tempurung kelapa dengan masa pemeraman 14 hari, yaitu 0,417 kg/cm 2 sebesar 38,67% dari nilai kohesi tanah asli dan 23,36 o sebesar 15,13% dari nilai sudut geser dalam tanah asli. 2 sebesar 39,02% dari nilai kohesi tanah asli dan 28,62 o