Hubungan antara Tingkat Stres Mahasiswa FK UII Terhadap Kejadian Dermatitis Atopik
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Dermatitis atopik merupakan penyakit non-infeksi pada kulit yang dapat diperparah oleh stres psikologis sedangkan mahasiswa kedokteran diketahui merupakan populasi yang rentan mengalami stres karena tekanan akademik, lingkungan, dan tuntutan personal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi stres pada mahasiswa kedokteran dan potensi hubungan antara tingkat stres dengan munculnya dermatitis atopik. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat stres mahasiswa Fakultas Kedokteran UII terhadap kejadian dermatitis atopik. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui metode cross-sectional dengan instrumen kuesioner yang disebarkan melalui google form. Sampel penelitian sebanyak 64 mahasiswa berdasar teknik pengambilan sampel simple random sampling. Berdasarkan hasil analisis bivariat, hubungan antara tingkat stres mahasiswa FK UII terhadap kejadian dermatitis atopik diperoleh dari hasil uji chi-square <0,05, untuk interpretasi terdapat hubungan yang signifikan di antara keduanya. Data yang tidak memenuhi syarat uji chi-square dianalisis menggunakan uji alternatif fisher exact. Hasil: Data yang telah dianalisis menggunakan uji fisher exact memperoleh angka Exact sig. (2-sided) 0,728 >0,05. Artinya, diadapatkan hasil hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak ada hubungan antar variabel diterima sedangkan hipotesis satu (H₁) ditolak. Simpulan: Pada penelitian yang telah dilakukan pada sebanyak 64 responden, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat stres mahasiswa FK UII terhadap kejadian dermatitis atopik.