<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Potensi Air Baku Menggunakan Model Swat Di Sungai Cipunagara Untuk Kabupaten Indramayu Dan Kabupaten Subang (Potential Analysis Of Raw Water Using The Swat Model In The Cipunagara River For Indramayu District And Subang District)

dc.Identifier.NIM17511222
dc.contributor.authorMUHAMMAD ZAKIE DARMAWAN
dc.date.accessioned2023-01-30T04:49:29Z
dc.date.available2023-01-30T04:49:29Z
dc.date.issued2022-12-23
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 10 tahun (2011 – 2011) dari 1.130.280 jiwa pada tahun 2010 menjadi 1.265.253 jiwa pada tahun 2020. Pertumbuhan penduduk pada Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang akan menyebabkan meningkatnya kebutuhan air baku. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis ketersediaan air di Sungai Cipunagara terhadap kebutuhan air wilayah di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang untuk mengetahui apakah kebutuhan air baku di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang dapat terpenuhi. Analisis debit Sungai Cipunagara di outlet stasiun Kiarapayung dilakukan selama periode 20122015. Pada pemodelan SWAT memerlukan data tataguna lahan, data jenis tanah, data klimatologi, dan data pengukuran debit di lapangan. Tahapan pembuatan model SWAT melalui 4 tahap yaitu deliniasi DAS, pembentukan HRU, simulasi model, dan proses kalibrasi dan validasi yang menghasilkan debit harian. Debit dari hasil output SWAT akan digunakan untuk menghitung ketersediaan air baku Sungai Cipunagara dengan debit andalan 80%. Kemudian membandingkan hasil ketersediaan air dan kebutuhan air baku pada Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang pada tahun rencana yaitu tahun 2032. Hasil analisis pemodelan SWAT pada DAS Cipunagara menunjukkan hasil kalibrasi nilai statistik korelasi (R) sebesar 0,65 dan nilai Nash-Sutcliffe Model Efficiency (NS) sebesar 0,40 sehingga model dapat dikatakan memuaskan untuk memprediksi debit sungai. Hasil dari perhitungan debit andalan 80% menggunakan debit simulasi memiliki nilai debit maksimum 79,584 m 3 /detik pada Bulan Desember dan debit minimum sebesar 4,625 m /detik pada Bulan Oktober disimpulkan hasil tersebut memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang pada Tahun rencana 2032 yaitu sebesar 2,604 m 3 /detik. 3en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/42095
dc.publisherUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAen_US
dc.titleAnalisis Potensi Air Baku Menggunakan Model Swat Di Sungai Cipunagara Untuk Kabupaten Indramayu Dan Kabupaten Subang (Potential Analysis Of Raw Water Using The Swat Model In The Cipunagara River For Indramayu District And Subang District)en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
17511222.pdf
Size:
9.67 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: