<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Potensi Restorasi Lahan Gambut Dengan Tanaman Typha Latifolia Menggunakan Sistem Wetland

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Lahan gambut di Indonesia memiliki luas lahan sebesar 20,6 juta hektar atau 10,8% dari luas wilayah daratan di Indonesia itu sendiri. Lahan gambut berperan penting dalam kegiatan makhluk hidup seperti fungsi hidrologi, produksi, dan ekologi. Dari kegiatan tersebut memicu terjadinya degradasi tanah gambut, dikarenakan sifat dari lahan gambut yang mudah terbakar pada saat memasuki musim kemarau dan mudah mengalami kejenuhan ketika musim hujan. Hal ini mengindikasikan penurunan lapisan atas pada gambut menjadikannya kurang subur, memicu terjadinya tanah gambut terbakar yang tergenang. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyerapan logam berat dan fosfat dengan cara restorasi menggunakan tanaman Typha latifolia. Metode pada penelitian ditunjukkan dengan analisis jumlah pelepah pada tanaman, tinggi tanaman, serta parameter pH dan EC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman T. latifolia cukup baik dalam menurunkan konsentrasi logam berat Fe pada air sebesar 6,9 ppm jika dibandingkan dengan tanahnya sebesar 949 ppm. Untuk penyerapan logam berat Fe penyerapan melalui tanaman paling tinggi terjadi di akar sebesar 426,18 ppm sedangkan pada batang sebesar 159,18 ppm. Penyerapan konsentrasi logam berat Mn cukup baik di air sebesar 0,24 ppm jika dibandingkan dengan tanahnya sebesar 15,2 ppm. Untuk penyerapan logam berat Mn penyerapan melalui tanaman paling tinggi terjadi di batang sebesar 451,83 ppm sedangkan pada akar sebesar 132,71 ppm. Penyerapan konsentrasi logam berat Zn cukup baik di air sebesar 0,53 ppm jika dibandingkan dengan tanahnya sebesar 56,3 ppm. Untuk penyerapan logam berat Zn penyerapan melalui tanaman paling tinggi terjadi di akar sebesar 157,33 ppm sedangkan pada batang sebesar 45,6 ppm. Penyerapan fosfat cukup baik di tanah sebesar 56,54 ppm jika dibandingkan dengan air sebesar 33.84 ppm. Penyerapan fosfat pada paling tinggi terjadi batang sebesar 0,143% sedangkan pada akar sebesar 0,121%.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By