Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO - 9002 pada Pekerjaan Beton Bertulang (Penelitian pada Proyek Gedung Fakultas Psikologi UNDIP Semarang)
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Evaluasi pelaksanaan ISO-9002 bagi perusahaan jasa kontruksi yang telah memiliki sertifikat ISO-9002 memiliki dua arti penting. Pertama yaitu perusahaan dapat mengetahui status atau tingkat penerapan ISO-9002 di perusahaannya, dengan demikian perusahaan dapat mengadakan perbaikan secara berkesinambungan ("contmous improvement") terhadap sistem mutu yang telah dimiliki. Kedua yaitu sebagai antisipasi awal terhadap pelaksanaan audit mutu ekstemal yang setiap enam bulan sekali dilakukan oleh lembaga pemberi sertifikat ISO-9002. Evaluasi pelaksanaan ISO-9002 dapat dilaksanakan dengan cara meneliti pelaksanaan elemen-elemen mutu di proyek dengan Prosedur atau Rencana Mutu yang telah ditetapkan lebih dahulu sebelum pelaksanaan proyek. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan penelitian terhadap tingkat pelaksanaan ISO- 9002 di Proyek Fakultas Psikologi UNDIP Semarang, sebuah proyek yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya cabang Semarang. Metode penelitian dilakukan dengan dua cara, yang pertama dengan meneliti tingkat kesesuaian antara Catatan Mutu yang merupakan dokumentasi pelaksanaan mutu di proyek dengan Rencana Mutu proyek. Cara kedua dilakukan dengan meneliti kesesuaian antara Rencana Mutu proyek dengan Prosedur Mutu PT. Waskita Karya. Tingkat kesesuaian tersebut dikelompokkan dengan rata-rata skor untuk pelaksanaan setiap elemen mutu. Skor sepuluh menunjukkan bahwa elemen mutu sudah dilaksanakan dengan efektif, skor lima sampai sepuluh menunjukkan pelaksanaan elemen mutu belum efektif dan masih perlu peningkatan, kemudian skor di bawah lima menunjukkan bahwa pelaksanaan elemen mutu tidak memuaskan. Dan hasil penilaian terhadap tujuh elemen mutu ISO-9002 yang berkaitan dengan pekerjaan beton bertulang di Proyek Fakultas Psikologi UNDIP Semarang, ternyata menunjukkan bahwa dan tujuh elemen yang diteliti empat elemen diantaranya telah dilaksanakan dengan efektif. Elemen tersebut adalah elemen Rencana Mutu, elemen Identifikasi dan Mampu Telusur Produk, elemen Pengendalian Proses dan elemen Pengendalian Produk yang tidak sesuai. Sedangkan tiga elemen yang lain yaitu elemen Pembelian, elemen Inspeksi dan Pengujian serta elemen Audit Mutu Internal masih ditemukan beberapa penyimpangan yang menyebabkan elemen-elemen tersebut belum berjalan dengan efektif.