Faktor Dibalik Kerja Sama Indonesia-Tiongkok: Pembangunan Kereta Cepat Indonesia Tahun 2014-2022
| dc.Identifier.NIM | 19323128 | |
| dc.contributor.author | Alfarezi, Arief Fidar Rahman | |
| dc.date.accessioned | 2024-01-15T06:40:26Z | |
| dc.date.available | 2024-01-15T06:40:26Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Kebijakan Presiden Joko Widodo memilih Tiongkok sebagai mitra dalam pembangunan kereta cepat di Indonesia telah menuai banyak perdebatan di kalangan masyarakat Indonesia sendiri. Pasalnya, pemilihan Tiongkok dibanding Jepang sebagai mitra dinilai terkesan tergesa-gesa karena Jepang lebih berpengalaman dalam mengembangkan teknologi kereta cepat. Akibatnya, banyak kekhawatiran yang terjadi mengenai keputusan tersebut terkait resiko dan kepentingan lain yang mungkin terjadi. maka dari itu, penting untuk mengetahui latar belakang dibalik keputusan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo tersebut. Dalam menganalisis hal tersebut, peneliti menggunakan teori Pengambilan Kebijakan dari William D. Coplin. Teori tersebut menjelaskan bahwasanya terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengambil kebijakan yaitu faktor politik dalam negeri, faktor kekuatan ekonomi dan militer, dan faktor konteks internasional. Dalam konteks internasional sendiri terdapat tiga faktor yang mempengaruhi yakni geografis, relasi ekonomi, dan relasi politik. Faktor-faktor tersebut untuk melihat faktor apa saja yang mempengaruhi Presiden Joko Widodo dalam memilih Tiongkok pada pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/46562 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Kereta Cepat | en_US |
| dc.subject | Indonesia | en_US |
| dc.subject | Tiongkok | en_US |
| dc.subject | Pengambilan Kebijakan | en_US |
| dc.title | Faktor Dibalik Kerja Sama Indonesia-Tiongkok: Pembangunan Kereta Cepat Indonesia Tahun 2014-2022 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |