<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Toksisitas Limbah Cair Industri Batik Kota Yogyakarta menggunakan Metode Fish Embryo Toxicity (FET)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Industri batik memberikan kontribusi penting bagi perekonomian dan pelestarian budaya Indonesia. namun aktivitas produksinya menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama pada proses pelorodan dan pewarnaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai toksisitas air limbah proses pelorodan dan pewarnaan menggunakan metode Fish Embryo Toxicity (FET), menganalisis karakteristik fisik dan kimia limbah, dan menganalisis hubungan uji toksisitas dengan parameter kimia. Zebra Fish (Danio rerio) digunakan sebagai hewan uji dengan perlakuan dimulai dari proses aklimatisasi, pemijahan, uji pendahuluan, dan uji toksisitas selama 96 jam. Nilai LC50 didapatkan dengan menggunakan metode Spearman-Karber. Nilai LC50 pada limbah pelorodan yaitu sebesar 3,79 dengan TUa sebesar 26,38, sedangkan pada limbah pewarnaan menghasilkan nilai LC50 sebesar 23,73 dengan TUa sebesar 4,21. Hasil analisis karakteristik fisik dan kimia limbah nglorod menunjukkan bahwa kadar BOD5, COD, TSS, fenol, sulfida, dan minyak dan lemak melewati baku mutu menurut Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Sedangkan pada sampel air limbah pewarnaan, hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar BOD5, TSS, sulfida, dan pH tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Parameter fisik dan kimia memiliki hubungan dengan hasil uji toksisitas, dimana parameter seperti BOD, COD, TSS, fenol, sulfida, pH, dan kromium berkontribusi terhadap respon biologis embrio ikan zebra (Danio rerio) melalui kematian, kelainan, dan gangguan perkembangan embrio.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By