<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Rancangan Strategi Manajemen Risiko Operasional pada Proses Loading Bbm Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment & Determining Control (Hiradc) (PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Baubau)

dc.Identifier.NIM21522215
dc.contributor.authorVirgiani, Anggun Pravitha
dc.date.accessioned2025-10-29T07:15:14Z
dc.date.available2025-10-29T07:15:14Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractAktivitas yang dilakukan di Fuel Terminal Baubau yaitu distribusi BBM ke seluruh wilayah Sulawesi dan sekitarnya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko, baik itu risiko ringan maupun berat. Aktivitas pada proses Loading (pengisian bahan bakar ke kendaraan tangki untuk didistribusikan ke SPBU atau konsumen dan pelanggan lain) memiliki potensi terjadi kecelakaan dan risiko yang tinggi dilihat dari data laporan RKL RPL TBBM Baubau yang menunjukkan risiko pada proses loading Januari 2023 – Juli 2024 dengan total insiden pekerja tetap sebanyak 17 dan kontraktor 28, dengan risiko yang sering terjadi yaitu, pekerja terjepit hose, tumpahan minyak saat pelepasan hose, dan pekerja menghirup gas berbahaya saat proses pembukaan valve. Hal tersebut dapat mempengaruhi kegiatan operasional pada proses loading BBM Fuel Baubau. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi risiko bahaya yang dapat terjadi dari proses operasional pada aktivitas loading BBM dengan menggunakan HIRADC, menilai tingkat suatu risiko operasional yang dapat terjadi pada aktivitas loading BBM dan mempengaruhi keselamatan kerja, merumuskan usulan mitigasi untuk mengendalikan tingkat risiko operasional agar dapat meminimalkan adanya kerugian pada proses loading. Berdasarkan hasil identifikasi risiko, ditemukan 10 risiko dari aktivitas proses loading dengan 4 risiko termasuk dalam kategori high risk, 3 risiko termasuk dalam kategori moderate to high risk, dan 3 lainnya masuk dalam kategori moderate risk. Kemudian analisis risk priority yang dilakukan untuk menentukan pengendalian yang harus dilakukan pada setiap risiko, untuk risiko high sebesar 40%, tingkat risiko moderate to high sebesar 30%, dan tingkat risiko moderate sebesar 30%. Setelah dilakukan pengendalian risiko terhadap masing-masing risiko, target penurunan tingkat risiko menjadi low to moderate sebesar 70% dan tingkat risiko low sebesar 30%. Pengendalian dilakukan dengan berdasarkan ISO 45001:2018 dan hierarki pengendalian risiko, dimana langkah mitigasi yang dilakukan untuk pengendalian masing-masing risiko setiap aktivitas operasional proses loading dilakukan dengan cara Pengendalian Administratif, Rekayasa Teknik, Alat Pelindung Diri. Sehingga kesimpulan yang didapatkan yaitu setelah dilakukan pengendalian risiko dengan didokumentasikan menggunakan tabel HIRADC, diperoleh hasil bahwa sudah tidak terdapat risiko dengan tingkat risiko high/tinggi, tingkat risiko moderate to high/sedang ke tinggi, dan tingkat risiko moderate/sedang sebesar 0%.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/58491
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRisiko Operasionalen_US
dc.subjectKeselamatan dan Kesehatan Kerjaen_US
dc.subjectProses Loadingen_US
dc.subjectHIRADCen_US
dc.titleRancangan Strategi Manajemen Risiko Operasional pada Proses Loading Bbm Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment & Determining Control (Hiradc) (PT. Pertamina (Persero) Terminal BBM Baubau)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21522215.pdf
Size:
2.47 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: