<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kecanduan Media Sosial dan Harga Diri pada Generasi Z

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Temuan penelitian ini sebenarnya mendukung hipotesis awal, meskipun para peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis tersebut ditolak. Koefisien korelasi (r) mengukur kekuatan dan arah hubungan linier antara dua variabel. Nilai yang diperoleh (r=0.502) adalah positif, yang menunjukkan adanya korelasi positif. Ini berarti ketika skor kecanduan media sosial meningkat, skor harga diri juga cenderung meningkat, dan sebaliknya. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa "tingkat kecanduan media sosial yang lebih tinggi pada Generasi Z akan mengarah pada tingkat harga diri yang lebih tinggi." Korelasi positif yang ditemukan (r=0.502) konsisten dengan pernyataan ini, karena kedua variabel bergerak ke arah yang sama. Oleh karena itu, hipotesis seharusnya diterima, bukan ditolak. Nilai p sebesar 0.000 menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik, yang berarti korelasi yang diamati tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Ukuran sampel (N=112) dan metode pengambilan sampel yang digunakan (purposive sampling) juga merupakan detail penting untuk mengevaluasi validitas studi secara menyeluruh, tetapi hal-hal tersebut tidak mengubah interpretasi fundamental dari koefisien korelasi.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By