Analisis Volume Sedimentasi pada Sediment Pond Akibat Erosi Lahan di Blok Pertambangan PT Vale Sorowako, Sulawesi Selatan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Tingginya laju sedimentasi pada pertambangan PT. Vale membuat permasalahan serius
terkait dengan kapasitas tampung pada sediment pond. Pentingnya mengetahui volume sediment
pond pada kawasan pertambangan PT. Vale karena apabila tidak diperhatikan akan dapat
menyebabkan banjir. kerusakan lingkungan sekitar dan terganggunya operasi infrastruktur. sehingga
diperlukan maintanance terkait hal tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume sedimentasi yang terjadi pada area
pertambangan aktif dan area disposal tanah penutup dengan menggunakan metode Modified
Universal Soil Loss Equation yang dimodelkan melalui HEC-HMS. Penelitian dilakukan pada dua
Daerah Aliran Sungai dengan outlet sediment pond, yaitu Hassan dan Watulabu2. Data penelitian
ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer berupa data sampel tanah di lapangan dan
data sekunder berupa data curah hujan pada tahun 2024, data topografi, data foto udara dan data
sedimen eksisting.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua metode
dalam menggambarkan besarnya volume sedimen yang terjadi di lapangan. Pada DAS Hassan,
metode analitik menghasilkan volume sedimen sebesar 17820 m3/tahun, jauh lebih rendah
dibandingkan data sedimen eksisting sebesar 25796 m3/tahun. Sebaliknya, pemodelan HEC-HMS
memberikan nilai yang identik dengan data eksisting yakni 25793 m3/tahun. Pola serupa juga terjadi
pada DAS Watulabu2, dimana perhitungan analitik menghasilkan 11081 m3/tahun, lebih rendah dari
data eksisting sebesar 15513 m3/tahun, sementara HEC-HMS memberikan nilai 15865 m3/tahun
yang sangat mendekati kondisi aktual. Perbedaan antara kedua metode lebih terlihat dari nilai
kesalahan relatif. Pada metode analitik, kesalahan relatif mencapai 30,91% pada DAS Hassan dan
28,57% pada DAS Watulabu2, menunjukkan bahwa metode ini jauh dengan sedimen eksisting.
Sebaliknya, pemodelan HEC-HMS menghasilkan kesalahan relatif sangat kecil, yaitu 0,011% dan
2,26% pada masing-masing DAS, yang membuktikan tingkat akurasi jauh lebih tinggi dibandingkan
pendekatan manual.