<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Implementasi Strategi Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs N Model Babakan Tegal

Loading...
Thumbnail Image

Date

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pembelajaran adalah sebagai suatu proses persiapan peserta didik untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif, mempunyai makna luas dan untuh yang mencakup segal aspek potensi peserta didik, tentunya tidak lepas dari strategi yang diterapkan oleh guru dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai pengajar, pembimbing dan pendidik. Peran guru adalah bagian dari kesuksesan siswa dalam mencapai tujuannya. Proses pembelajaran yang berlangsung disekolah atau madrasah tidak hanya sekedar penyampaian materi secara tekstual, tetapi juga dalam bentuk kontekstual, yang kemudian dapat diimplementasikan sebagai suatu sikap dan perilaku peserta didik yang mengalami perubahan positif dari hasil belajar yang didapat di madrasah. Pendidikan merupakan tenaga potensial yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian strategi pembelajaran kontekstual sangat diharapkan dalam setiap proses belajar mengajar, terutama pada mata pelajaran Akidah Akhlak. MTs Negeri Model Babakan adalah salah satu sekolah berbasis Islam dan berlatar belakang Pondok Pesantren yang banyak mengedepankan pembelajran kontekstual, walaupun kurikulum yang dipakainya mengacu pada kurikulum yang berlaku saat ini. Namun demikian penanaman nilai-nilai moral agama menjadi tujuan utama dengan tidak mengurangi kemajuan di bidang IPTEK, dengan demikian terdapat keseimbangan antara IMTAQ dan IPTEK. Strategi pembelajaran yang diterapkan di MTs Negeri Model Babakan melibatkan tujuh komponen pokok, yaitu; (1) Contructivism (membangun, membentuk), (2) Questioning (bertanya), (3) Inquiry (menyelidiki, menemukan), (4) Learning Community (belajar bersama masyarakat belajar), (5) Modeling (percontohan), (6) Reflection (umpan balik), (7) Aunthentic Assesment (penilaian sebenarnya). Sebagai implementasinya, MTs negeri Model Babakan mengadakan berbagai kegiatan keagamaan yang merupakan aplikasi dari proses belajaran mengajar pada mata pelajaran agama Islam terutama mata pelajaran Akidah Akhlak. Dalam melakukan process belajar mengajar guru punya peranan penting, untuk mengatur dan memilih strategi yang baik, agar pembelajaran Akidah Akhlak dapat menjadi faktor pendukung bagi keberhasilan pembelajaran lainnya.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By