Semangat Berdakwah Bil Hikmah (Studi Eksploratif terhadap Motivasi Aktivis Dakwah Kampus)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif grounded theory, penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena semangat berdakwah bil hikmah pada mahasiswa yang berkiprah sebagai aktivis da'wah kampus. Subjek penelitian ini enam orang mahasiswa yang statusnya aktif secara akademik terdiri dari 50% pria dan 50% wanita dengan karakteristik beragama Islam, berusia antara 20 sampai 24 tahun, terdaftar dan aktif di lembaga dakwah kampus atau LDK, memiliki pengalaman sebagai pengurus lembaga dakwah kampus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam atau indepth interview. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik dengan langkah-langkah berupa penggolongan tema- tema untuk kemudian memasukkannya ke dalam sub kategori dan kategori mengintegrasikanya. Selanjutnya diperoleh model yang menggambarkan fenomena para aktivis dakwah dalam menjaga semangat berdakwah bil hikmah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat berdakwah bil hikmah ini muncul dari beberapa faktor yaitu niat karena Allah, adanya kewajiban berdakwah sesama manusia dan adanya role model yang mempunyai karakteristik yang kuat seperti sabar, tidak mamaksakan dan tulus. Untuk bisa menjaga semangat berdakwah bil hikmah ini terdapat enam komponen yang membentuknya. Komponen yang pertama adalah faktor konteks situasional yaitu adanya orientasi keislaman yang dilaksanakan oleh pihak kampus berupa kegiatan-kegiatan keislaman. Kemudian kondisi masyarakat yang masih belum mengenal Islam secara menyeluruh seperti kurangnya pengetahuan dasar tentang ajaran Islam. Adanya kebutuhan regenerasi organisasi dakwah agar nantinya kegiatan dakwah yang dilakukan akan terus berlangsung dari tahun ke tahun. Komponen pembentuk yang kedua adalah adanya dukungan sosial yang berasal dari keluarga baik berupa dukungan emosional maupun dukungan material. Dukungan sosial juga berasal dari masyarakat dan teman berupa pengakuan atas eksistensi diri serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Komponen yang ketiga adalah tantangan dalam berdakwah. Di dalam aktivitasnya, aktivis dakwah kampus selalu dihadapkan dengan berbagai situasi yang menantang baik dari internal maupun eksternal. Hambatan ini berupa naik turunnya keimanan, kemampuan komunikasi, masalah organisasi serta manajemen diri. Komponen yang keempat adalah ketrampilan dalam mengatasi tantangan. Dengan adanya tantangan, aktivis dakwah kampus memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, seperti mendekatkan diri kepada Allah. introspeksi diri, mendatangi orang-orang sholeh, memperbanyak ibadah sunnah, memperbaiki komunikasi antara anggota dan bidang, serta membuat kegiatan bersama, Komponen yang kelima adalah strategi dalam berdakwah bil hikmah berupa dakwah personal dan dakwah melalui organisasi. Dakwah personal dilakukan dengan silaturahmi dan mengajak orang lain secara langsung kepada kebaikan. Kemudian dakwah organisasi melalui lembaga dakwah kampus dengan mengadakan kegiatan-kegiatan keislaman berupa pengajian, kajian, outbond, rihlah, serta mentoring. Komponen keenam yang terungkap adalah adanya tujuan/outcome yang jelas dan spesifik yang ingin dicapai dari dakwah bil hikmah yaitu berupa usaha untuk perbaikan diri serta masyarakat sekitar secara terus- menerus sesuai tuntunan Islam dengan mengajak orang lain untuk ikut dan merasakan indahnya Islam. Dakwah menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri, serta profesionalitas antara kuliah dan semangat berdakwah. Setelah melalui proses mencapai tujuan dakwah tersebut, ternyata ada hubungan saling mempengaruhi dan saling menguatkan antara tujuan menegakkan agama Allah dengan semangat berdakwah bil hikmah. Karena pada akhirnya tujuan dakwah tadi akan selalu menguatkan semangat berdakwah bil hikmah dan dengan semangat berdakwah bil hikmah pulalah tujuan dakwah akan bisa tercapai. Begitu pula dengan tujuan berdakwah dengan faktor pendorong ada proses menguatkan diantaranya. Proses ini berjalan secara terus-menerus secara berulang-ulang.