Implementasi Bim 5D Dalam Perhitungan Quantity Take Off Pada Pekerjaan Struktur Beton Bertulang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Teknologi saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Pada era industri 4.0, membuat pihak penyedia jasa konstruksi beserta pihak lain dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam pengaplikasian secara langsung kepada pekerjaan konstruksi. Salah satu perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan sekarang adalah Building Information Modelling (BIM). Building Information Modelling (BIM) mempunyai peran besar dalam mengubah cara lama di industri konstruksi, dengan mengalihkan SI berbasis gambar 2D menuju sistem informasi objek (3D). Tugas Akhir ini membahas penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D dalam perhitungan Quantity Take-Off (QTO) pada pekerjaan struktur beton bertulang, dengan studi kasus proyek pembangunan The Arthadipa’s Convention Center yang disimulasikan dibangun di Kota Yogyakarta. Tujuan perancangan adalah menghasilkan estimasi biaya pekerjaan struktural secara akurat melalui kolaborasi perangkat lunak Tekla Structures dan Bexel Manager. Metode perancangan meliputi pemodelan 3D model base menggunakan Tekla Structures yang didapatkan dari data perlombaan “Competition Series BIM Tekla Polban Civil Expo 2024” untuk memperoleh volume pekerjaan pondasi, kolom, balok, pelat, dan tangga. Acuan Peraturan yang digunakan untuk Satuan Harga Barang dan Jasa adalah SK Gub DIY Nomor 75/KEP/204, dan Perwali Yogyakarta No.74 Tahun 2023 serta untuk analisis harga satuan pekerjaan memakai acuan Permen PUPR No.8 Tahun 2023 dan Perwali Yogyakarta No.21 Tahun 2023. Data volume kemudian diekspor dalam format IFC ke Bexel Manager untuk dilakukan pengelompokan material, penginputan harga satuan, dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil perancangan menunjukkan total RAB pekerjaan struktural adalah Rp 2.945.798.226,19. Penerapan BIM 5D terbukti meningkatkan efisiensi perhitungan volume dan biaya, mengurangi potensi human error, serta mempercepat proses estimasi dibanding metode konvensional. Implementasi ini membuktikan integrasi perangkat lunak BIM mampu menghasilkan data yang presisi dan mendukung pengambilan keputusan pada tahap perencanaan proyek konstruksi.