<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penerapan Metode Six Sigma dan Triz Pada Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Daxu Botol 1500 Ml

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) DAXU berhasil mendirikan pabrik tunggal pada tahun 2020 yang berlokasi di Jalan Beji Utama Kalidadap, Harjobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil produksi yang dipasarkan oleh AMDK DAXU kepada perusahaan dan instansi lokal Yogyakarta adalah seperti Cup (120 ml dan 240 ml), Botol (330 ml, 600 ml, dan 1500 ml), dan Galon (19 liter). Namun, hasil wawancara menemukan bahwa terdapat permasalahan kualitas seperti kesalahan saat pemberian label expired date, bahan baku yang dikirimkan oleh pemasok tidak sesuai standar (reject bahan baku), dan kesalahan selama penyimpanan bahan baku di gudang. Perusahaan menetapkan nilai 2% untuk batas toleransi produk defect, dari enam variasi ukuran kemasan yang diproduksi oleh AMDK DAXU, ditemukan bahwa botol kemasan 1500 ml memiliki persentase defect tertinggi yaitu sebesar 3,98%. Nilai tersebut menunjukkan botol kemasan 1500 ml perlu diberikan pengendalian kualitas karena melewati batas toleransi defect perusahaan. Karena hal tersebut, peneliti perlu mengidentifikasi jenis kecacatan yang paling dominan, kemudian mengidentifikasi faktor penyebab defect yang menjadi prioritas perbaikan, serta merekomendasikan usulan perbaikan untuk menurunkan persentase defect pada produk botol kemasan 1500 ml. Metode yang akan digunakan adalah Six Sigma dengan tahapan (Define, Measure, Analyze, Improve), FMEA, TRIZ, dan beberapa tools seperti Peta Kendali p, Diagram Critical to Quality, Diagram Fishbone, Diagram Pareto. Hasil temuan untuk data hasil produksi periode bulan Agustus – Desember 2024 yaitu rata-rata nilai DPMO adalah sebesar 9881,954, kemudian rata-rata nilai Sigma adalah sebesar 3,84. Analisis Diagram Pareto menemukan empat jenis defect diantaranya merupakan dua jenis defect yang paling dominan yaitu Tutup Rusak dengan persentase 53,08% dan Botol Penyok dengan persentase 37,02%. Identifikasi Diagram Fishbone dan FMEA menemukan prioritas perbaikan difokuskan pada faktor Setelan mesin kurang pas dan Area sekitar tenda basah atau lembab. Metode TRIZ memberikan usulan perbaikan yaitu pembuatan SOP kalibrasi mesin sebelum produksi dimulai dan pembuatan jadwal rutin pengeringan dan inspeksi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By