<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kombinasi Pengolahan Biologis dan Fitoremediasi dalam Mendegradasi Mikroplastik Pada Pengolahan Air Limbah Lindi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Air lindi merupakan cairan hasil tumpukan sampah yang mengandung berbagai polutan, termasuk mikroplastik, sehingga menjadi salah satu sumber utama pencemar lingkungan yang berdampak negatif pada tanah, ekosistem, dan kesehatan manusia.Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas dari pengolahan biologis dan fitoremediasi menggunakan reaktor Constructed wetland dalam penyisihan mikroplastik dan mengetahui jenis jenis mikroplastik.Metode yang digunakan yaitu perbandingan antara konsentrasi,kelimpahan dan penyisihan mikroplastik di inlet dan outlet masing-masing unit pengolahan biologis dan wetland. Penulis ingin melakukan penelitian parameter mikroplastik pada air lindi menggunakan Mikroskop Trinokuler, Fourier Transform Infrared Spectroscopy di TPA Piyungan Yogyakarta.Mikroplastik yang ditemukan berupa fragmen, fiber, film, foam, dan pellet.bentuk yang paling dominan yaitu Fragment berjumlah 1335 partikel dan film 1140 partikel sedangkan jenis mikroplastik paling sedikit yaitu tingkat pertama yaitu jenis foam berjumlah 55 partikel kedua yaitu fiber berjumlah 121 partikel dan yang ketiga yaitu pellet berjumlah 128 partikel. Pada mikroplastik identifikasi jenis polimer yaitu PET,PC,PVC,Polyester,EVA. Jumlah total mikroplastik dari masing-masing unit pengolahan, terdeteksi adanya tren penurunan jumlah mikroplastik dari Pada unit awal, yaitu Bak Penampung, teridentifikasi sebanyak 532 partikel yang kemudian mengalami penurunan pada unit Anaerobik menjadi 445 partikel (16%), serta pada Clarifier menjadi 426 partikel(20%). Penurunan lebih besar terlihat pada unit FTW Bakteri dengan jumlah 313 partikel, yang menunjukkan efisiensi penghilangan sekitar 41% dibandingkan kondisi awal. Sementara itu, pada unit CW Bakteri justru masih ditemukan 440 partikel dengan efisiensi rendah (17%), sehingga kinerjanya tidak sebaik unit lain hal ini disebabkan karena adanya jumlah mikroplastik yang tinggi pada tanah constructed wetland. Sebaliknya, FTW Non Bakteri mampu menurunkan jumlah partikel menjadi 398 (25%), dan hasil terbaik ditunjukkan oleh CW Non Bakteri dengan jumlah akhir 225 partikel atau efisiensi penghilangan mencapai 58%.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By