<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Representasi Kemiskinan Struktural di Daerah 3T dalam Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (2017) dan Humba Dreams (2019): Sebuah Analisis Semiotika Struktural

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Film bukan hanya semata-mata hanya untuk menghibur para penontonnya, tetapi bagaimana membuat film yang dapat memberikan edukasi kepada penontonnya tetapi tetap dapat menghibur. Saat ini, banyak film yang menceritakan tentang isu sosial dan kritik sosial, salah satunya adalah terkait bagaimana gambaran kemiskinan. Permasalahan kemiskinan ini banyak terjadi karena lingkungan sosial yang memang tidak mendukung pertumbuhan ekonomi. Rata-rata kemiskinan banyak terjadi di daerah pedalaman, yang dimana akses teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang sangat terbatas. Pada saat ini, kemiskinan banyak terjadi di kawasan 3T, yaitu kawasan Terdepan, Terpencil, Tertinggal. Kawasan 3T ini terbentuk karena adanya ketidak merataan pembangunan. Beberapa film yang mengangkat tentang permasalahan di daerah 3T terutama sumba adalah Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak dan Humba Dreams. Metode penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan kualitatif dengan model analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil dari penelitian ini, Sumba masih menjadi salah satu daerah yang mengalami kemiskinan. Gambaran kemiskinan yang ditampilkan adalah dengan lapangan kerja yang sangat terbatas, tidak meratanya pembangunan, transportasi publik yang kurang memadai dan juga fasilitas umum yang masih kurang layak dan kurang memadai.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By