Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Kecenderungan Kenakalan Remaja
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi negatif antara regulasi emosi dengan kecenderungan kenakalan remaja dimana semakin tinggi regulasi emosi remaja maka semakin rendah kecenderungan kenakalan remajanya. Begitu pula sebalik nya, semakin rendah regulasi emosi remaja maka semakin tinggi kecenderungan kenakalan remajanya. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa siswi SMA PIRI 2 Yogyakarta kelas X dan kelas XI tahun ajaran 2007/2008 dengan rentang usia antara 15-17 tahun dan berjumlah 59 subyek dimana. teknik pengambilan samplingnya adalah purposive sampling. Pengambilam sampel dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2008. Penelitian ini menggunakan 3 skala, yaitu: skala kecenderungan kenakalan remaja yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek kecenderungan kenakalan remaja yang dikemukakan oleh Jasen (Sarwono, 2002) dan berjumlah 20 aitem; skala regulasi emosi disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek - aspek kontrol diri yang diungkapkan oleh Thompson (Kostiuk & Gregory, 2002), dan berjumlah 10 aitem; dan skala kontrol diri juga disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek kontrol diri yang diungkapkan oleh Averill (Ahyani, 2004) dan Liebert (1979), dan berjumlah 24 aitem. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan program komputer yaitu program SPSS seri 16.0 for windows untuk menguji apakah hipotesis penelitian yang diajukan terbukti. Berdasarkan teknik korelasi product-moment dari Pearson yang dilakukan, diketahui bahwa adanya korelasi negatif yang signifikan antara regulasi emosi dengan kecenderungan kenakalan remaja dimana dengan koefisien korelasi sebesar -0,385 dan p=0,001 atau p<0,05. Ini berarti hipotesis yang diajukan terbukti, artinya ada korelasi negatif yang signifikan antara regulasi emosi dengan kecenderungan kenakalan remaja.