PERUBAHAN MORFOLOGI KOTABARU YOGYAKARTA SEBAGAI KAWASAN CAGAR BUDAYA
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kotabaru merupakan salah satu karya arsitektur berupa kawasan yang menekankan keterkaitan antara ruang terbangun dengan ruang terbuka hijau. Dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai fungsi awal permukiman orang Belanda yang sampai sekarang masih terlihat eksistensinya. Seiring dengan dinamika ruang perkotaan, Kawasan Kotabaru sebagai kawasan cagar budaya, mengalami perubahan karakter kawasan. Jika dibandingkan dengan peta tahun 1925, Kawasan Kotabaru yang didesain oleh Thomas Karsten dengan konsep garden city yaitu berupa pola memusat pada Stadion Kridosono dan sirip-siripnya, saat ini telah banyak mengalami perubahan terkait fungsinya, yang mana berpengaruh terhadap penggunaan ruang terbuka seperti tiap-tiap taman pada huniannya. Perubahan karakter kawasan Kotabaru akan dilihat menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan tissue analysis pada figure ground dengan membandingkan pola peta 1925, 2015, dan 2022. Berdasarkan amatan didapati bahwasanya terjadi perubahan terkait pemenuhan akan fungsi, hal tersebut muncul dikarenakan pemenuhan kebutuhan terkait bangunan dengan fungsi komersial. Selain itu perubahan yang terjadi berdampak pada tata guna lahan, plot bangunan, jaringan jalan, dan bentuk bangunan.