Pengetahuan, Sikap, dan Kesiapan Tenaga Kesehatan Puskesmas Yogyakarta dalam Menghadapi AWaRe Antibiotik
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Resistensi antimikroba (AMR) akibat penggunaan antibiotik tidak tepat menjadi salah satu ancaman kesehatan global. World Health Organization (WHO) mengembangkan klasifikasi antibiotik AWaRe (Access, Watch, Reserve) sebagai strategi untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik. Sehingga, perlu diketahui pengetahuan, sikap, dan kesiapan tenaga kesehatan dalam mendukung implementasi AWaRe antibiotik. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan tenaga kesehatan, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kesiapan serta lama bekerja dan pengalaman mengikuti pelatihan AWaRe dengan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan.
Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross- sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis deskriptif serta
hubungan menggunakan analisis Fisher’s Exact Test dan Korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 65 responden (91,5%) memiliki pengetahuan yang baik, 71 responden (100%) memiliki sikap positif, dan 69 responden (97,2%) siap menghadapi implementasi AWaRe. Analisis hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan diperoleh (p=1), serta hubungan antara sikap dengan kesiapan diperoleh (p=0,003), serta hubungan antara lama bekerja dengan pengetahuan diperoleh (p=0,178) dan hubungan antara pengalaman mengikuti pelatihan AWaRe dengan pengetahuan diperoleh (p=0,018). Kesimpulan: Tenaga kesehatan memiliki pengetahuan baik, sikap positif, dan siap dalam menghadapi implementasi AWaRe. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan tenaga kesehatan, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi AWaRe antibiotik. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama bekerja dengan pengetahuan tenaga kesehatan, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman mengikuti pelatihan AWaRe dengan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai AWaRe antibiotik.