<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Strategi Gerakan Sosial Boikot Starbucks Amerika Serikat Sebagai Digital Movement

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pecahnya konflik di Gaza pada Oktober 2023 bertindak sebagai katalisator bagi gerakan boikot sosial terhadap Starbucks di Amerika Serikat. Fenomena ini signifikan menggambarkan bagaimana ruang digital dimanfaatkan untuk menciptakan mobilisasi global dan memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan multinasional besar. Dengan menggunakan konsep Digital Movement dan Hierarchy of Digital Activism, studi ini mengeksplorasi transformasi aktivitas daring menjadi tindakan di dunia nyata yang berdampak pada entitas korporasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan studi pustaka dan observasi media sosial, temuan menunjukkan pendekatan terstruktur terhadap boikot Starbucks melalui strategi digital, yang pada akhirnya menyebabkan perubahan signifikan dalam sentimen dan perilaku konsumen. Penelitian ini mengungkapkan bahwa aktivitas penonton awal di platform seperti TikTok dan X (Twitter) secara efektif mendorong keterlibatan yang lebih dalam dalam konsumerisme politik dan pendanaan elektronik. Akibatnya, gerakan ini tidak hanya mengurangi sentimen merek yang positif tetapi juga berdampak buruk pada pendapatan Starbucks melalui penurunan transaksi di seluruh gerainya di Amerika Serikat.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By