<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pusat Budaya Pakualaman sebagai Ruang Komunal Warga dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual (Cultural Center in Pakualaman as a Communal Space with Contextual Approach)

Abstract

Pakualaman merupakan kawasan yang terkenal dengan daerah tujuan pariwisata dan pendidikan kebudayaan. Perkembangan wilayah Pakualaman yang terjadi saat ini menyebabkan bangunan dan sarana prasarana berubah bahkan hilang sama sekali keberadaannya. Pakualaman yang memiliki banyak potensi salah duanya adalah kuliner dan ketoprak thek-thek. Warga juga tidak memiliki lahan untuk berkumpul dan mengenalkan potensi di bidang kesenian dan kuliner tersebut. Pusat Budaya Pakualaman ini di rancang untuk para wisatawan lokal maupun asing untuk mempelajari dan mengetahui kegiatan seni serta kuliner khas Pakualaman dengan pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual merupakan rancangan yang di tujukan kepada para wisatawan dan warga pakualaman untuk tetap mengingat arsitektur di Pakualaman dan menjaga keselarasan pada daerah Pakualaman. Untuk lingkungan dengan keragaman visual yang begitu rumit, menyolok dan saling bertentangan, digunakan pendekatan adaptasi lunak. Adaptasi ini bisa dengan cara mengambil elemenelemen atau unsur-unsur yang di perkuat atau hanya dengan sentuhan lunak dan seragam pada satu sisi. Pada Pusat Budaya Pakualaman ini dibuat beberapa fungsi bangunan yaitu digunakan untuk foodcourt 703 m2, pusat budaya 686 m2, panggung terbuka 106 m2 dan sisanya digunakan untuk sirkulasi dan taman sebagai ruang komunal.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By