<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis potensi interaksi obat pada pasien PPOK rawat inap Rumah Sakit Akademik UGM dengan membandingkan tiga database daring

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) rawat inap sering mengalami polifarmasi akibat komorbiditas, sehingga berisiko tinggi mengalami interaksi obat.
Tujuan: Mendeskripsikan karakteristik pasien PPOK rawat inap, profil penggunaan obat, potensi interaksi obat, serta mengukur tingkat kesesuaian rekomendasi interaksi obat berdasarkan beberapa referensi.
Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional retrospektif menggunakan data rekam medis elektronik pasien PPOK rawat inap di RSA UGM periode 2025. Sampel diambil secara total sampling dengan jumlah 139 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Identifikasi potensi interaksi obat menggunakan tiga database, yaitu lexicomp, medscape, dan drugs.com, dianalisis secara deskriptif serta tingkat kesepakatan antar database menggunakan uji Cohen’s Kappa. Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (71.22%), geriatri (74.82%), dengan komorbid (86.33%), dan menerima lebih dari 10 jenis obat (56.12%). Golongan obat terbanyak adalah antibiotik, mukolitik, dan SABA+SAMA. Interaksi obat terbanyak berisiko sedang (moderate) dan bersifat farmakodinamik aditif. Hasil uji Cohen’s Kappa menunjukkan tingkat kesesuaian yang rendah hingga sedang, dengan lexicomp dan drugs.com menunjukkan kesesuaian tinggi.
Kesimpulan: Pasien PPOK rawat inap RSA UGM memiliki risiko interaksi obat yang cukup tinggi akibat polifarmasi, sehingga diperlukan penggunaan lebih dari satu database referensi untuk mendukung keputusan klinis yang lebih komprehensif.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By