<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Kerusakan Jalan dan Kinerja Jalan menggunakan Program Kenpave dengan Permodelan Elastik dan Viskoelastik Pada Ruas Jalan Klangon- Tempel Yogyakarta

dc.Identifier.NIM20511146
dc.contributor.authorPanjago, Fiki
dc.date.accessioned2024-10-07T08:02:16Z
dc.date.available2024-10-07T08:02:16Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractRuas Jalan Klangon – Tempel STA 2+000 – STA 3+800 merupakan salah satu jalan provinsi yang berada di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mayoritas kendaraan yang melewati jalan tersebut adalah kendaraan berat yang datang dari arah Semarang menuju Yogyakarta. Selain itu, jalur ini banyak di lewati oleh kendaraan berat proyek dikarenakan adanya pembangunan tol Jogja – Bawen. Kondisi beban lalulintas yang tinggi tersebut tidak diimbangi dengan kualitas jalan yang baik, sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur perkerasan jalan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan serta memberikan alternatif desain perkerasan jalan yang memiliki kinerja perkerasan yang cukup atau mampu menahan beban lalulintas dengan baik. Dalam mengevaluasi perkerasan lentur Ruas Jalan Klangon-Tempel ini menggunakan data yang direkap dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta (PUPSDM DIY). Pada penelitian ini evaluasi perkerasan jalan dilakukan dengan menggunakan metode mekanistik-empiris program KENPAVE dengan permodelan elastik dan viskoelastik. Sedangkan untuk desain alternatif perkerasan menggunakan metode Bina Marga 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkerasan eksisting tidak mampu menahan beban lalulintas selama umur rencana 10 tahun sehingga memerlukan desain alternatif. Diperoleh dua alternatif desain tebal perkerasan berdasarkan metode Bina Marga 2017 yaitu desain perkerasan aspal dengan lapis pondasi berbutir dan CTB. Pada perkerasan eksisting terlihat perbedaan hasil dimana permodelan elastik memiliki umur pelayanan jalan yang lebih lama dibandingkan permodelan viskoelastik. Dengan kerusakan yang pertama kali terjadi adalah permanent deformation, disusul kerusakan rutting dan terakhir kerusakan fatigue cracking. Sementara pada perkerasan alternatif menunjukkan perkerasan mampu menahan beban lalulintas selama umur rencana dengan baik. Terlihat bahwa hasil analisis pada perkerasan alternatif 1 maupun perkerasan alternatif 2 menunjukkan permodelan elastik memiliki kinerja perkerasan yang lebih baik dibanding dengan permodelan viskoelastik. Hal ini ditunjukan dengan analisis perkerasan dengan permodelan elastik memiliki umur pelayanan yang lebih lama dalam menahan kerusakan selama umur rencana dibandingkan dengan analisis permodelan viskoelastik. Dengan kerusakan yang pertama kali terjadi adalah permanent deformation, disusul kerusakan rutting dan terakhir kerusakan fatigue cracking.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/52203
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKerusakan Jalanen_US
dc.subjectMekanistik-Empirisen_US
dc.subjectProgram KENPAVEen_US
dc.subjectElastiken_US
dc.subjectViskoelastiken_US
dc.subjectBina Marga 2017en_US
dc.titleEvaluasi Kerusakan Jalan dan Kinerja Jalan menggunakan Program Kenpave dengan Permodelan Elastik dan Viskoelastik Pada Ruas Jalan Klangon- Tempel Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20511146.pdf
Size:
9.22 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: