Hubungan Antara Keparahan Pruritus Uremik dengan Quality Of Life Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Dialisis di RSU Islam Klaten
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah kondisi progresif yang memengaruhi lebih dari 10% populasi global. Di Indonesia, terdapat 713.783 penderita GGK, dengan sebagian besar pasien stadium 5 menjalani terapi hemodialisis. Hemodialisis membantu menggantikan fungsi ginjal, tetapi dapat menyebabkan komplikasi, termasuk pruritus uremik, yaitu rasa gatal akibat peningkatan ureum darah. Pruritus uremik berdampak signifikan pada kualitas hidup pasien. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan analisis mengenai hubungan antara pruritus uremik dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan Penelitian: Menjelaskan hubungan keparahan pruritus uremik dengan quality of life pada pasien gagal ginjal kronik dengan dialisis di RSU Islam Klaten. Metode Penelitian: Penelitian ini memiliki desain cross sectional. Menggunakan data primer pasien GGK yang hemodialisis di RSU Islam Klaten dengan teknik purposive sampling, besar sampel 51 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel penelitian yaitu variabel bebas seperti keparahan pruritus uremik. Variabel terikat adalah quality of life, dan variabel luar yakni kadar ureum, lama hemodialysis dan usia. Analisis data antara lain analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Spearman-Rank Hasil: Analisis bivariat diperoleh hasil terdapat hubungan signifikan antara keparahan pruritus uremik dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani dialisis di RSU Islam Klaten (p-value = 0.000, koefisien korelasi -0.693). Hubungan ini bersifat negatif, di mana semakin tinggi keparahan pruritus, semakin rendah kualitas hidup pasien, dan sebaliknya. Simpulan: Terdapat hubungan antara keparahan pruritus uremik berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien.