Manajemen Strategis TPQ Ittihaadu Al-Qurroo’ dalam Mengembangkan Keterampilan Membaca Al-Qur’an pada Masa Pandemi Covid-19
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Mempelajari Al-Qur’an merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam, karena Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang menghimpun berbagai pengetahuan di dalamnya. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Ittihaadu Al-Qurroo’ Desa Damarguna Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon adalah lembaga pendidikan islam yang masih aktif melakukan pembelajaran di tengah kondisi pandemi Covid- 19. TPQ tersebut dianggap mampu mencetak generasi muslim yang mampu dan terampil dalam membaca Al-Qur’an. Penerapan manajemen strategis di TPQ Ittihaadu Al-Qurroo’ menjadi salah satu faktor keberhasilan suatu lembaga TPQ dalam mencapai tujuan lembaganya. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah pengasuh, kepala, pengajar, dan wali santri yang sekaligus masyarakat sekitar TPQ Ittihaadu Al-Qurroo’ Desa Damarguna Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPQ Ittihaadu Al-Qurroo’ secara keseluruhan telah melaksanakan tujuh tahapan dari sembilan tahapan manajemen strategis berdasarkan teori Akdon, dua tahapan yang belum dilaksanakan yaitu pengembangan alternatif strategi dan penentuan sasaran operasional tahunan. Namun meskipun begitu, masyarakat sekaligus wali santri TPQ memberikan respon positif dengan mendukung penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi pandemi covid-19. Faktor pendukung pembelajaran TPQ Ittihaadu Al-Qurroo’ pada masa pandemi yaitu materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan usia santri, metode yang diterapkan menyenangkan, kualitas guru baik, pengelompokkan guru dengan karakter dan kemampuan kelas yang diajar sesuai, ruangan kelas yang sejuk, serta materi-materi tambahan yang diterapkan TPQ mendukung proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu, kemampuan santri yang lambat, santri yang suka bercanda saat pembelajaran, dan sistem rolling santri yang masih rancu, serta belum diterapkannya penamaan kelas untuk membedakan tingkatan santri TPQ.