<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Konservasi Benteng Vastenburg sebagai Pengembangan Kebudayaan di Surakarta

dc.contributor.authorMutia, Dwi Angri
dc.date.accessioned2017-02-01T04:15:57Z
dc.date.available2017-02-01T04:15:57Z
dc.date.issued2000
dc.description.abstractSurakarta sebagai kota industri, perdagangan dan kebudayaan merupakan pengembangan Jawa Tengah yang diharapkan menjadi pintu gerbang pariwisata Internasional Jawa Tengah. Dengan potensi kebudayaan yang cukup banyak maka Surakarta berpeluang untuk lebih meningkatkan kepariwisataannya yang saat ini sedang terpuruk. Benteng Vastenburg sebagai salah satu bangunan peninggalan Kolonial Belanda di Surakarta mempunyai potensi untuk dikenbangkan sebagai tempat perkembangan kebudayaan mengingat lokasinya yang sangat strategis. Benteng vastenburg merupakan salah satu bangunan peninggalan bersejarah yang merupakan prioritas I penanganan bangunan konseravasi di Surakarta. Benteng Vastcnburg terletak di lingkungan bangunan konservasi mempunyai lahan yang cukup luas sehingga cocok untuk dikembangkan sebagai sarana rekreasi kebudayaan yang diharapkan menjadi magnet wisatawan-untuk datang ke Surakarta. Dalam perencanaan Pusat kebudayaan ini menerapkan prinsip rekreatif, dimana akan ditemukan berbagai sarana pengembangan kebudayaan yang rekreatif dengan dipadukan oleh adanya sarana _perdagangan rakyat sebagai akomodasi penunjang. Penekanan perencanan pusat pengembangan kebudayaan ini yaitu pada pengolahan performance bangunan yang rekreatif dan kontekstual dengan lingkungan kolonial kawasan Jalan Jendral Sudinnan. Yang tercakup dalam perencanaan performance bangunan disini adalah penataan tata ruang dan penampilan/fasade bangunan yang diciptakan rekreatif dan kontekstual dengan bangunan kolonial di sekitarnya. Konsep yang ingin ditetapkan pada perencanaan pusat, kebudayaan ini adalah menciptakan karakter rekreatif dengan menciptakan keanekaragaman bentuk/massa bangunan, bahan/finishing dan ornamentasi bangunan, yang dipadu dengan komposisi beberapa pola ruang dan terbetuknya system/arah yang jelas sehingga akan menciptakan sarana rekreasi yang menyenangkan dan tidak membosankan. Untuk menciptakan karakter rekreatif juga dibuat sarana kebudayaan dengan kompleksitas yang cukup tinggi, diantaranya sarana/panggung pertunjukan kesenian indoor, sarana pertunjukan kesenian outdoor/panggung terbuka, museum perjuangan, galeri kesenian, sanggar kesenian, workshop kerajinan khas Solo, dan sarana perdagangan rakyat. Selain karakter rekreatif juga digunakan konsep bangunan kolonial yang diambil dari typologi bangunan-bangunan kolonial di Kawasan Jalan Jendral Sudirman agar tercipta kesinambungan dengan lingkungan sekitar, diantaranya konsep simetris, monumental dan pengembangan ornamentasi sebagai pembentuk fasade. Konsep perencanaan Pusat kebudayaan ini diharapkan mampu menciptakan sebuah sarana rekreasi kebudayaan yang banyak diminati wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, sehingga akan memicu perkembangan pariwisata di Surakarta.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/2243
dc.publisherUII Yogyakartaen_US
dc.subjectKonservasi Benteng Vastenburgen_US
dc.subjectPengembangan Kebudayaan di Surakartaen_US
dc.titleKonservasi Benteng Vastenburg sebagai Pengembangan Kebudayaan di Surakartaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 9
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
79.76 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 preliminari.pdf
Size:
127.57 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
202.66 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstract.pdf
Size:
103.12 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
05.1 bab 1.pdf
Size:
357.96 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections