<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peningkatan Senyawa Sitronellal Pada Minyak Serai Wangi menggunakan Destilasi Fraksinasi Vakum

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Minyak serai wangi memiliki senyawa yang kompleks. Salah satu senyawa yang tertinggi pada minyak serai wangi adalah sitronellal. Kegunaan sitronellal terdapat beberapa yaitu sebagai penyedap pada makanan dan minuman, wewangian, aromaterapi dan pengusir serangga. Dilakukan isolasi senyawa sitronellal dari minyak serai wangi bertujuan untuk memperoleh sitronellal dengan kemurnian tinggi. Penelitian ini menggunakan destilasi fraksinasi vakum dengan tiga variabel yaitu, rasio refluks, suhu dan massa. Minyak serai wangi yang digunakan sebanyak 100 L dengan lima metode, dimana setiap metode digunakan 20 L minyak. Metode I diperoleh kadar sitronellal tertinggi pada fraksi 5 yaitu 80,03% dengan rasio refluks 6/6, suhu fraksi 91 °C dan massanya 3.265 gram. Metode II dengan kadar sitronellal tertinggi diperoleh pada fraksi 3 yaitu 84,59% menggunakan rasio refluks 12/6, suhu fraksi 98 °C dan massanya 3.585 gram. Metode III dengan kadar sitronellal tertinggi diperoleh pada fraksi 5 yaitu 81,52% menggunakan rasio refluks 12/2, suhu fraksi 102-116 °C dan massanya 3.380 gram. Metode IV dengan kadar sitronellal tertinggi diperoleh pada fraksi 5.2 yaitu 82,91% menggunakan rasio refluks 12/2, suhu fraksi 115 °C dan massa 1.410 gram. Metode V dengan kadar sitronellal tertinggi diperoleh pada fraksi 3 yaitu 79,94% menggunakan rasio refluks 12/2, suhu fraksi 97-102 °C dan massanya 380 gram. Selanjutnya, refraksinasi dominan sitronellal. Kadar tersebut pada fraksi 4 dengan kemurnian 96,35% menggunakan rasio refluks 12/1, suhu fraksi 85 °C dan massanya 3.695 gram.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By