Optimasi Joint Total Cost untuk Sistem Rantai Pasok Single-vendor Multi Buyers pada Lingkungan Permintaan yang tidak Pasti
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
UMKM Batik X Yogyakarta menghadapi permasalahan dalam sistem rantai pasok yang kurang efisien akibat keterbatasan sumber daya dan fluktuasi permintaan, yang berdampak pada tingginya biaya gabungan atau Joint Total Cost (JTC). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model koordinasi rantai pasok yang mampu meminimalkan JTC secara efisien, melalui pemanfaatan data historis dan pendekatan pengelolaan ketidakpastian permintaan dengan struktur single vendor multi buyer multi product, serta mempertimbangkan mekanisme lateral transshipment antar pembeli dan dapat menentukan strategi manajemen persediaan yang tepat dalam memaksimalkan probabilitas nilai keanggotaan permintaan dalam kondisi permintaan yang tidak pasti. Metode yang digunakan adalah penggabungan antara pendekatan fuzzy arithmetic untuk memodelkan permintaan yang tidak pasti dan evolutionary algorithm sebagai metode optimasi yang dijalankan melalui solver Microsoft Excel. Data yang digunakan meliputi biaya pemesanan, penyimpanan, kekurangan stok, dan biaya transshipment dari lima jenis produk batik dan lima pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model dengan koordinasi yang menggabungkan pendekatan fuzzy dan transshipment mampu menurunkan nilai JTC dari Rp1.037.035.226 menjadi Rp1.033.771.375, menghasilkan penghematan sebesar Rp3.263.851. Dengan demikian, pendekatan ini terbukti meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kolaborasi antar pihak dalam rantai pasok, serta membantu UMKM menghadapi permintaan yang tidak pasti secara lebih efektif.