<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Efektivitas dan Reaksi Obat tidak dikehendakipPada Penggunaan Obat Antiartritis Reumatoid di RS PKU Muhammadiyah Gamping

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Regimen obat antiartritis reumatoid di Indonesia sangat beragam, sehingga menyebabkan efektivitas terapi dan ROTD masih menunjukkan variasi yang signifikan. Tujuan: Penelitian ini menganalisis efektivitas terapi, ROTD, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode: Rancangan potong lintang pada pasien AR yang menjalani terapi di RS PKU Muhammadiyah Gamping periode 2020–2024 dengan metode retrospektif. Analisis data: Uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test untuk menganalisis hubungan antara karakteristik demografis dan klinis dengan efektivitas terapi dan ROTD, dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Penilaian efektivitas berdasarkan gejala klinis yang tertera dalam rekam medis. Hasil: Penelitian melibatkan 55 pasien, dengan regimen obat yang paling banyak digunakan kombinasi glukokortikoid dan NSAIDs (42%) dan regimen yang paling

efektif adalah kombinasi DMARDs, glukokortikoid, dan NSAIDs (100%). Faktor- faktor yang memengaruhi efektivitas terapi meliputi IMT (OR 4,467; IK95% 1,160-

17,201) dan bagian sendi (OR 0,223; IK95% 0,064-0,774). Sebagian besar ROTD ditemukan adalah gangguan gastrointestinal. Tidak ditemukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ROTD. Kesimpulan: Mayoritas kombinasi terapi yang melibatkan NSAIDs seperti meloxicam dinilai efektif, namun obat ini tercatat sebagai penyebab terjadinya ROTD. IMT normal meningkatkan kemungkinan efektivitas terapi 4,467 kali lipat dan keterlibatan sendi kecil berpeluang lebih tinggi mencapai efektivitas.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By