Evaluasi Peresapan dan Pelayanan Obat pada Pasien Program Rujuk Balik Berdasarkan Indikator WHO di Apotek Kolombo Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang : Program rujuk balik (PRB) dalam pengelolaan penyakit kronis di indonesia belum optimal berdasarkan indikator pelayanan maupun peresapan dari WHO. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta ketepatan peresapan obat berdasarkan indikator WHO. Tujuan : Mengevaluasi peresapan dan pelayanan obat berdasarkan indikator World Health Organization (WHO) serta hubungan karakteristik dispensing time, dan jumlah obat dengan pengetahuan di atpotek Kolombo Sleman. Metode : Observational deskriptif dengan rancangan cross-sectional dan teknik accidental sampling. Data diambil dari observasi resep dan wawancara langsung kemudian dihitung menggunakan rumus indikator WHO secara deskriptif serta dianalisis menggunakan chi-square dan spearman rank test. Hasil: Rata-rata obat per resep adalah 2,81, obat generik 92,43%, sediaan antibiotik 0% sediaan injeksi 13,27%, dan obat sesuai formularium 100%. Waktu penyerahan obat 44,53 detik, obat terlayani 99,37%, obat dengan etiket lengkap 0% dan pengetahuan pasien tentang obat 59,29%. Nilai p signifikan <0,05 terdapat pada hubungan pengetahuan dengan pendidikan (p<0,001), dispensing time (p 0,016), dan jumlah obat (p <0,001). Kesimpulan : Indikator peresapan obat PRB berdasarkan WHO untuk rata-rata obat perlembar resep dan obat generik belum memenuhi nilai standar. Indikator pelayanan obat juga belum memenuhi nilai standar. Tingkat pendidikan, dispensing time, dan jumlah obat berhubungan dengan pengetahuan terkait obat.