Perancangan Ruang Komunitas Dengan Pendekatan Creative Placemaking Di Tepian Mahakam . Samarinda Design Of Community Space With Creative Placemaking Approach In Mahakam Riverside , Samarinda
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Samarinda merupakan ibukota dari provinsi Kalimantan Timur dan juga terhubung secara langsung dengan Ibu Kota Negara Nusantara Sayangnya , Samarinda merupakan salah satu dari lima kota dengan penyalahgunaan narkoba pada remaja tertinggi di Indonesia ( BNN , 2018 ) , belum lagi kenakalan remaja yang menempati peringkat satu se Kalimantan Timur ( KPAI , 2017 ) . Penyebab kenakalan remaja adalah tidak tersalurkannya emosi remaja , lingkungan yang sosial yang tidak kondusif , dan tingkat kematangan emosional ( Santrock , 1988 ) . Untuk menyalurkan emosi dan bakatnya tentu saja anak muda perlu lingkungan atau wadah yang bisa membuat mereka berkembang ke arah yang lebih positif ( Gaga , 2017 ) . Remaja tersebut bisa diberdayakan melalui komunitas dan industri kreatif . Industri kreatif di kota Samarinda mulai tumbuh , tetapi belum mempunyai ruang publik sebagai wadah pemberdayaan . Untuk memenuhi kebutuhan remaja tersebut maka perlu dibuat suatu ruang dimana remaja bisa berkumpul , belajar , berolahraga , bekerja , berdiskusi . Ruang untuk kreasi dan rekreasi . Community Space sangat memadai untuk mewadahi remaja kota Samarinda . Community Space merupakan ruang komunitas yang memfasilitasi anak muda untuk berkreasi , tempat yang menyatukan orang kreatif . Untuk menciptakan Community Space yang sesuai dengan kebutuhan remaja , maka rancangan dibuat dengan mereprentasikan kreativitas Samarinda . Perancangan Community Space menggunakan pendekatan Creative Placemaking . Creative Placemaking adalah teori yang menggabungkan metode pengembangan komunitas dan masyarakat , pengembangan budaya dan penembangan ekonomi dengan orientasi berbasis aset lokal ( Wykoff , 2012 ) . Proses perancangan menerapkan tiga indikator Creative Placemaking yaitu : Quality of Place , Physical Form , dan Social Opportunity . Untuk memenuhi indikator tersebut proses perancangan dibantu dengan perangkat Generative Design SYNTACTIC . Perangkat tersebut digunakan untuk membuat rancangan agar mempunyai tingkat Connectivity . Integration , dan Visibility yang baik . Hasil rancangan akhir terdiri dari dua massa dan memaksimalkan ruang terbuka . Tata ruang dan massa memaksimalkan hubungan dan integrasi ruang untuk mendukung kegiatan remaja dan industri kreatif . Massa diatur agar pengunjung bisa melihat langsung pemandangan sungai mahakam dari berbagai area rancangan . Sehingga rancangan menjadi wadah remaja untuk berkreasi atau rekreasi , dengan Creative Placemaking yang meningkatkan kelangsungan hidup bisnis lokal dan keselamatan publik , membawa orang - orang beserta keragamannya untuk bersama - sama merayakan , menginspirasi dan Community Space yang telah dirancang diuji sesuai dengan tiga indikator Creative Placemaking . Indikator Quality of Place diuji dengan perangkat Depthmapx tingkat Connectivity . Integration , dan Visibility dengan hasil nilai R 0.940835 dan presentasi visibilitas kuat melebihi 80 % Indikator Physical Form diuji dengan cara mencocokan variabel sesuai dengan tolok ukur identitas lokal kota Samarinda dengan hasil uji 91 % memenuhi parameter . Indikator Social Opportunity diuji dengan cara mencocokan kebutuhan ruang remaja dan industri kreatif yang telah dianalisis dengan hasil 100 % kebutuhan ruang telah terpenuhi . Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan , rancangan telah memenuhi tiga indikator dari Creative Placemaking.