<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Simpang Tak Bersinyal di Persimpangan Tugu Lilin Blimbing Kabupaten Sukoharjo

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Persimpangan Tugu Lilin Blimbing yang berada di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah merupakan simpang dengan lingkungan komersial. Di mana pada simpang tersebut sering terjadi kemacetan terutama saat pagi dan sore hari. Kemacetan tersebut timbul dari adanya aktivitas pasar, sekolahan, dan perkantoran yang berada di sekitar simpang tersebut. Akibat dari aktivitas tersebut sehingga menimbulkan hambatan samping yang mempengaruhi kinerja simpang. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat hambatan samping yang terjadi pada simpang tak bersinyal Tugu Lilin Blimbing, mengetahui kinerja simpang tak bersinyal akibat pengaruh dari hambatan samping, serta mengetahui pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas simpang di simpang Tugu Lilin Blimbing. Data primer yang dikumpulkan dalam survei ini meliputi geometri simpang, volume kendaraan, dan hambatan samping. Untuk data sekunder berupa jumlah penduduk, denah lokasi penelitian, dan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Sukoharjo tahun 2023 – 2018. Selanjutnya menggunakan pedoman PKJI 2023 untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal pada kondisi eksisitng dan pada kondisi terjadi hambatan samping terjadi serta menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas simpang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan pada kondisi eksisting, kapasitas simpang pada simpang Tugu Lilin Blimbing sebesar 3257 smp/jam, total hambatan samping frekuensi berbobot 1115,7 kejadian/jam dengan jenis hambatan samping yang paling berpengaruh adalah jenis EEV lalu disusul PSV, SMV, dan PED. Untuk nilai derajat kejenuhan sebesar 0,45 dan waktu tundaan simpang 10,066 detik/smp sehingga tingkat pelayanan B. Hambatan samping tertinggi terjadi pada hari Senin jam 06.00 – 07.00 WIB dengan nilai frekuensi berbobot 2466,2 kejadian/jam dengan jenis hampabatan samping yang paling berpengaruh yaitu EEV disusul PSV, PED, dan SMV. Pada kondisi terjadi hambatan samping tertinggi didapatkan nilai kapasitas 3142 smp/jam, derajat kejenuhan 0,42 dan nilai tundaan 9,610 detik/smp. Solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja simpang saat kondisi eksisting dengan melakukan pelebaran jalan. Hasil dari alternatif solusi diperoleh nilai kapasitas meningkat menjadi 3592 smp/jam, derajat kejenuhan 0,41, dan tundaan simpang 9,719 detik/smp. Solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja simpang saat kondisi terjadi hambatan samping tertinggi dengan melakukan penertiban pasar dan pelebaran jalan. Hasil dari alternatif solusi tersebut diperoleh nilai kapasitas meningkat menjadi 3709 smp/jam, derajat kejenuhan 0,35 dan tundaan simpang 9,07 detik/smp.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By