<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terdesentralisasi di Daerah Pingit, Kecamatan Jetis, Yogyakarta

dc.contributor.authorDudy Chahyadi, 00513044
dc.date.accessioned2020-07-16T03:11:44Z
dc.date.available2020-07-16T03:11:44Z
dc.date.issued2007
dc.description.abstractMasyarakat Daerah Pingit sebelum adanya IPAL komunal membuang limbah cair domestik langsung ke sungai dan dari kegiatan tersebut menyebabkan kandungan Amonium, COD dan TSS yang terdapat di dalam air sungai Winongo menjadi tinggi. Dampak negatif dari hal tersebut adalah menurunnya kualitas air Sungai Winongo. Untuk itu KDLH (Kantor Dampak Lingkungan Hidup) kota Jogjakarta bekerjasama dengan DEWATS (Decentralized Wastewater Treatment System) setuju untuk membangun IPAL di Daerah Pingit. Tugas akhir ini membahas tentang efisiensi kinerja sistem pengolahan IPAL dan juga pengelolaan sistem terdesentralisasi dalam menangani limbah domestik. Dalam hal ini data yang dibutuhkan adalah kuisioner, observasi, sampel air limbah (data primer) dan juga peta wilayah, data teknis instalasi DEWATS, topografi (data sekunder). Analisa yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskriptif dan juga pengolahan data dengan metode t-test. Analisis untuk ketiga parameter tersebut mengacu pada SNIM-70- 1990-03 (COD), SNI06-6989.3-2004 (TSS), SK SNI M-48-1990-03 (NH4+). Hasil analisa menunjukkan IPAL mampu mereduksi COD sebesar 44,77%, TSS 86,97%, Amonium 1,91%. Untuk hasil analisa kuisioner secara deskriptif menunjukkan 40 % penduduk menetap >20 th; pekerjaan masyarakat 46,7% swasta, 20 % PNS, 6,6% karyawan; tingkat pendidikan masyarakat rata-rata 53,3 % tamatan SD,SMA/SMK; pemakaian rata-rata air bersih 50 - 100 L/hr; sumber air diambil kebanyakan dari sumur, air sisa yang sering dihasilkan rata-rata dari sisa air mandi, cuci, WC; sebagian besar masyarakat setuju dengan dibangunnya IPAL komunal dan juga setuju untuk melakukan pemeliharaan IPAL, selain itu hasil evaluasi menunjukkan kadar COD diatas standar baku mutu Keputusan KepMenLH 112/2003, untuk TSS dibawah standar, akan tetapi untuk Amonium tidak ada penurunan. Katakunci: COD, TSS, Amonium, lPAL komunalen_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/22564
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSistem Pengelolaanen_US
dc.subjectAir Limbah Domestik Terdesentralisasien_US
dc.subjectDaerah Pingit, Kecamatan Jetis, Yogyakartaen_US
dc.subjectCODen_US
dc.subjectTSSen_US
dc.subjectAmoniumen_US
dc.subjectlPALen_US
dc.subjectkomunalen_US
dc.titleEvaluasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terdesentralisasi di Daerah Pingit, Kecamatan Jetis, Yogyakartaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
00513044 Dudy Chahyadi.pdf
Size:
9.02 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
00513044 Dudy Chahyadi-2.pdf
Size:
1.59 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: