<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengembangan Terminal Induk Km.6 di Banjarmasin

dc.contributor.authorM. Maulana Rizani, 93340025
dc.date.accessioned2020-05-26T10:15:56Z
dc.date.available2020-05-26T10:15:56Z
dc.date.issued1998
dc.description.abstractDilihat dan perkembangan transportasi di kota Banjarmasin yang tiap tahun mengalami peningkatan baik jumlah penumpang dan kendaraan, tercatat perkembangan jumlah kendaraan dari tahun 1994-1997 rata-rata perkembangannya adalah 5,99 %, perkembangan jumlah penumpang tercatat 10 %. Potensi wilayah Terminal Induk Km.6 Banjarmasin yang terletak pada lokasi yang strategis karena terletak pada jalur angkutan regional, di luar rencana jalur jalan lingkar, tapi memiliki luas lahan yang terbatas. Kondisi Terminal Induk Km. 6 sekarang dalam perancangan awalnya masih minim fasilitas utama dan penunjang. Sehingga lokasi tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sebuah terminal tipe A, yang dapat menampung peningkatan kegiatan terminal sampai dengan 15 tahun mendatang dengan mengoptimalkan luas lahan yang terbatas. Dilihat dan latar belakang permasalahnn, maka permasalahan umum yang diangkat adalah bagaimana mengoptimalkan luas lahan terminal yang terbatas sehingga dapat mewadahi kegiatan di dalam terminal terus meningkat. Adapun permasalahan khususnya adalah : 1) Bagaimana mendapatkan besaran ruang terminal yang efektif pada lahan terbatas tetapi mampu menampung perkembangan kegiatan di dalam terminal. 2) Bagaimana mendapatkan komposisi ruang fasilitas utama dan penunjang terminal dengan memperhatikan tata letak ruang yang optimal tetap mensyaratkan kenyamanan bagi pelaku kegiatan di dalam terminal. 3) Bagaimana mendapatkan pola sirkulasi yang memberikan kemudahan, mengurangi terjadinya krossing antara kendaraan dengan penumpang tetap memperhatikan kelancaran dan segi pelayanan. Pengembangan Terminal Induk Km. 6 di Banjarmasin bertujuan mendapatkan konsep optimasi luas lahan terminal yang melayani AKAP/AKDP untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas utama dan pendukung sebuah terminal sebuah terminal berskala tipe A. Metode pembahasan yang dilakukan adalah menggunakan metode induktif dan metode perancangan J.C. Jones yaitu Gagasan, informasi, analisa , sintesa, evaluasi dan optimasi. Untuk mendapatkan alternatif disain bangunan maka dilakukan analisa pendekatan terhadap modul gerak kendaraan dan perhitungan daya tampung terminal, sehingga akan didapatkan besaran ruang yang optimal terhadap luas lahan. Studi komposisi ruang untuk mendapatkan susunan tata letak ruang yang optimal dengan tetap memiliki kenyamanan, serta pola sirkulasi yang mudah dengan mengurangi terjadinya krosing antara penumpang dan kendaraan atau kendaraan dengan kendaraan.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20776
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPengembangan Terminal Induk Km.6 di Banjarmasinen_US
dc.titlePengembangan Terminal Induk Km.6 di Banjarmasinen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
93340025 M. Maulana Rizani.pdf
Size:
5.02 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections