<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Dispersi Paparan Emisi Gas H2s dan SO2 di Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kawasan Dataran Tinggi Dieng memiliki potensi panas bumi yang besar. Oleh karena itu terdapat banyak kawah serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Dampak dari adanya peristiwa alam berupa kawah dan kegiatan manusia berupa PLTP menyebabkan adanya potensi pencemaran udara berupa emisi gas Hidrogen Sulfida (H2S) dan Sulfur Dioksida (SO2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganilisis dispersi emisi gas H2S dan SO2 di Kawasan Dataran Tinggi Dieng menggunakan software AERMOD. Metode AERMOD merupakan metode pemodelan yang menggunakan persamaan Gaussian dalam pengolahan data software-nya untuk memodelkan pola persebaran emisi di udara dengan didukung data meteorologi karena merupakan faktor penting yang menentukan pola persebaran. Lokasi penelitian dibagi menjadi 2 yaitu sumber emisi dari peristiwa alam sebanyak 8 titik berupa kawah dan sumber emisi dari kegiatan manusia berupa 2 unit cooling tower, 5 unit Atmospheric Flush Tank (AFT) dan 1 unit rock muffler dari kegiatan PLTP. Penelitian ini memodelkan konsentrasi udara ambien untuk 1 jam, 24 jam dan tahunan yang kemudian hasil konsentrasi maksimum dibandingkan dengan baku tingkat kebauan H2S (KepMenLH no. 50 Tahun 1996) dan baku mutu udara ambien SO2 (PP 22 Tahun 2021 Lampiran VII) serta dibandingkan juga dengan risiko yang dapat terjadi. Data meteorologi diolah menggunakan software AERMET dengan hasil berupa wind rose kemudian melakukan input data emisi, data cerobong dan data pendukung lainnya untuk memodelkan dispersi emisi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi H2S dan SO2 berada dibawah baku mutu. Konsentrasi tertinggi SO2 lebih tinggi dari H2S dimana nilai laju alir berbanding lurus dengan nilai konsentrasi yang dihasilkan. Hal tersebut sesuai dengan persamaan Gaussian yang menjadi dasar dalam menghitung konsentrasi dari model dispersi AERMOD. Untuk mengetahui akurasi hasil model AERMOD dengan kondisi aktual, dilakukan analisis validasi menggunakan metode Root Mean Square Percent Error (RMSPE). Hasil uji validasi menunjukkan nilai 9,81% untuk H2S dan 9,40% untuk SO2 yang artinya hasil model termasuk ke dalam kategori “baik” karena dibawah nilai 10%. Hasil pemodelan menunjukkan konsentrasi yang dibawah baku mutu sehingga dapat dikatakan aman. Meskipun begitu tetap diperlukan upaya mitigasi sederhana seperti membawa gas detector dan APD ketika beraktivitas di lokasi dengan konsentrasi gas yang tinggi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By