Identifikasi Karakteristik Pekerjaan Konstruksi dengan Sistem Dewan Sengketa
| dc.Identifier.NIM | 18511149 | |
| dc.contributor.author | Akbar, La Ode Muhammad Ali | |
| dc.date.accessioned | 2025-10-11T03:13:13Z | |
| dc.date.available | 2025-10-11T03:13:13Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Usaha yang bergerak di bidang konstruksi adalah salah satu jenis usaha yang membutuhkan banyak sumber daya, termasuk tenaga kerja, dana, maupun dukungan pemerintah. Pekerjaan konstruksi mencakup beberapa tahapan seperti pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran dan rekonstruksi suatu bangunan. Pada tahapan inilah yang dapat memicu terjadinya perselisihan dikarenakan perbedaan pendapat antar beberapa pihak yang umumnya disebut sebagai sengketa pekerjaan konstruksi. Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, terdapat penjelasan terkait alternatif penyelesaian sengketa konstruksi yang terdiri dari mediasi, konsoliasi, arbitrase, dan/atau melalui pengadilan. Melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, metode penyelesaian melalui mediasi dan konsoliasi dikembangkan sehingga terbentuk alternatif penyelesaian melalui metode dewan sengketa. Namun, tidak semua pekerjaan konstruksi dapat menggunakan metode dewan sengketa dalam penyelesaian sengketa konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pekerjaan konstruksi dengan menggunakan sistem dewan sengketa pada penyelesaian sengketa konstruksi. Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan aspek kunci untuk menentukan karakteristik pekerjaan konstruksi dengan sistem dewan sengketa melalui keterangan ahli dewan sengketa, pejabat pembuat komitmen, dan pekerja di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan menghasilkan karakteristik pekerjaan konstruksi dengan sistem dewan sengketa. Berdasarkan kajian literatur, maupun hasil pengolahan data wawancara dan kuisioner dari para responden, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Karakteristik pekerjaan konstruksi dengan sistem dewan sengketa terbagi menjadi dua, yaitu karakteristik utama yang terdiri dari, proyek dengan skala besar, nilai anggaran yang besar, durasi pengerjaan yang panjang, kompleksitas teknis yang tinggi, banyak pihak yang terlibat, potensi perubahan yang tinggi, proyek dengan risiko lingkungan dan sosial yang tinggi. Dan karakteristik opsional yang terdiri dari proyek internasional atau lintas negara. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/58195 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Karakteristik | en_US |
| dc.subject | Konstruksi | en_US |
| dc.subject | Dewan Sengketa | en_US |
| dc.title | Identifikasi Karakteristik Pekerjaan Konstruksi dengan Sistem Dewan Sengketa | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |