<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Studi Soft Storey Effect pada Gedung Bertingkat Akibat Beban Gempa

Abstract

Secara geografi Indonesia termasuk daerah potensial gempa yaitu terletak pada pertemuan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Mengingat besamya-kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat gempa, maka sebaiknya benar-benar diperhatikan dalam perencanaan struktur. Dinding/infill wall biasanya kurang diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi karena hanya dipakai untuk pembatas ruangan atau sebagai partisi pengisi yang menahan gangguan dari angin dan cuaca. Infill wall merupakan non-struktural yang pada saat terjadi gempa akan sangat bervariasi perilakunya. Pada beberapa paper, gempa yang terjadi di Peru dan Mexico menunjukkan bahwa infill wall mempengaruhi kekakuan struktur lebih baik dan sekaligus lebih buruk/soft storey effect. Oleh karena itu dengan menganalisa retak-retak yang terjadi maka beberapa teori mengasumsikan infill wall sebagai diagonal strut dengan lebar effektif tergantung dari luasan dinding. Dengan menggunakan Strukture Analysis Program 90 dianalisa kombinasi penempatan infill wall dari 3 model portal yang bervariasi baik tinggi tingkat maupun zone yang berbeda menurut Peraturan Gempa di Indonesia 1987. Out program berupa momen, gaya geser, dan defleksi baik pada kolom maupun balok ditabelkan dan dibuat grafik. Analisa secara umum menghasilkan beberapa kesimpulan salah satunya yaitu infill wall teryata dapat berfungsi sebagai pengaku portal sehingga struktur akan dapat menahan gaya horisontal lebih baik karena sebagian gaya tersebut ditahan oleh diagonal strut. Infill wall akan berperilaku cukup baik apabila penempatannya menerus. Oleh karena itu ini merupakan salah satu alternatif yang baik dalam menerapkan konsep bangunan tahan gempa. Mengingat harga batu bata yang batako yang relatif murah maka infill wall harus mulai diperhatikan dalam pelaksanaannya.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By