<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal : Studi Kasus Simpang Tiga Tak Bersinyal Jalan Seturan dan Jalan Babarsari

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Simpang merupakan prasarana jalan yang sangat penting. Permasalahan lalu lintas seperti kecelakaan dan kemacetan umunya terjadi di simpang. Hal ini dikarenakan simpang merupakan pertemuan beberapa ruas jalan dan titik konflik berbagai pengguna jalan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pada simpang dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi terutama yang berkaitan dengan kondisi operasional simpang. Penelitian ini dilakukan pada simpang tiga tak bersinyal yang terletak di Jalan Seturan dan Jalan Babarsari di Kabupaten Sleman. Pada simpang ini, sering terjadi gangguan lalu lintas berupa arus lalu lintas yang tidak teratur dan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian pada simpang tiga tak bersinyal ini dilakukan selama dua hari, yaitu pada hari Rabu 16 Agustus 2006 dan pada hari Jum'at 18 Agustus 2006. Selama Dua hari tersebut dilakukan pengumpulan data lalu lintas yang dilakukan dengan mencatat jumlah kendaraan yang melewati simpang tiap 15 menit yang dilakukan selama dua jam pada pagi pukul 06:30-08:30 dan malam pukul 18:30- 20:30. Dari hasil pengumpulan data diperoleh data primer berupa kondisi geometrik, data lalu lintas, kondisi lingkungan dan data sekunder berupa data jumlah penduduk. Analisis dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Dari hasil analisis, pada jam puncak di hari Rabu 16 Agustus 2006 diperoleh nilai kapasitas sebesar 3608,6 smp/jam, maka diperoleh derajat kejenuhan sebesar 0,84 yang melebihi ketentuan yang diberikan oieh MKJI 1997 yaitu 0,75. Hal ini menunjukan bahwa pada jam tersebut, simpang memiliki kondisi operasional yang rendah sehingga perlu dilakukan antisipasi untuk meningkatkan kinerja jalan pada simpang tersebut. Untuk meningkatkan kondisi operasional dari simpang dilakukan beberapa alternatif penanganan yaitu pelebaran Jalan Babarsari sebagai jalan minor dan pemasangan lampu lalu lintas. Kata kunci: Jalan, Kapasitas (C), Derajat Kejenuhan (DS), Tundaan Simpang (D), Peluang Antrian (QP%), Hambatan Samping.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By