<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Karakterisasi Serat Putri Malu (Mimosa pudica) Hasil Berbagai Metode Ekstraksi untuk Potensi Pengembangan Material Berbasis Serat Pendek

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap karakteristik serat batang Mimosa pudica yang meliputi fiber yield, diameter serat, dan keuletan lentur sebagai potensi bahan baku tekstil alternatif. Metode ekstraksi yang digunakan terdiri dari water retting, manual scraping, dan menggunakan larutan NaOH 10%. Pengujian dilakukan terhadap nilai fiber yield, diameter serat menggunakan mikroskop digital Omax M8372L, serta keuletan lentur menggunakan Bending Test Apparatus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi memberikan perbedaan terhadap karakteristik serat yang dihasilkan. Metode water retting menghasilkan fiber yield tertinggi sebesar 90,48%, diikuti metode manual scraping sebesar 86,67%, sedangkan metode alkalisasi NaOH 10% menghasilkan nilai terendah sebesar 79,17%. Pengujian diameter menunjukkan bahwa serat hasil alkalisasi NaOH 10% memiliki diameter rata-rata paling kecil, yaitu sekitar 0,0432–0,0551 mm, dibandingkan water retting sebesar 0,0602 mm dan manual scraping sebesar 0,0644 mm. Pada pengujian keuletan lentur, nilai regangan lentur tertinggi diperoleh pada perlakuan alkalisasi NaOH 10% hari pertama dengan nilai εf sebesar 0,1124 dan persentase keuletan sebesar 11,24%, sedangkan nilai terendah diperoleh pada alkalisasi NaOH 10% hari ketujuh sebesar 3,37%. Berdasarkan hasil penelitian, metode alkalisasi NaOH 10% mampu menghasilkan serat yang lebih halus dan fleksibel, sedangkan metode water retting menghasilkan fiber yield paling tinggi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By