<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

KAJIAN PENERAPAN PRINSIP KOMPOSISI ESTETIKA FASAD DAN BUKAAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI Studi Kasus Perancangan Rumah Kos Maguwoharjo

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Indonesia merupakan negara yang dilalui garis khatulistiwa dengan paparan matahari yang berlimpah sepanjang tahunnya. Ini merupakan peluang agar pencahayaan alami bangunan dapat di optimalkan. Sebagai upaya penghematan energi bangunan dan peningkatan aspek lain bagi pengguna. Dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana pengaruh komposisi bukaan pada fasad terhadap tingkat pencahayaan didalam ruangan. Metode kritik normatif dengan didukung bukti rancangan digunakan untuk menilai komposisi bukaan dan simulasi digital digunakan untuk meninilai performa pencahayaan. Penempatan dan ukuran jendela persegi empat yang tepat, memberikan keselarasan. Dengan ukuran yang hampir sama menghasilkan distribusi pencahayaan sebesar 5 cd/m2 – 102.7 cd/m2. Jendela yang lebih tinggi lebih baik dalam memasukkan cahayaalami, menghasilkan distribusi cahaya yang lebih baik ke dalam ruangan. Posisi jendela yang tinggi juga mendorong keluarnya udara panas melalui ventilasi alami. Jendela yang berada di tengah menghasilkan distribusi cahaya yang lebih baik ke dalam ruangan. Penerapan prinsip komposisi bentuk pada rancangan kos Maguwoharjo ini telah menerapkan hampir seluruh parameter prinsip penataan susunan bentuk. Namun perlu dilakukan pertimbangan terhadap keputusan pemilihan peran mana yang harus dirnainkan oleh tiap jendela dalam memasukkan cahaya. Kehadiran jendela juga akan memberikan pengaruh besar terhadap tampilan bangunan secara keseluruhan, baik melalui bentuk, orientasi, ukuran, bahkan sampai finishing yang digunakan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By