Analisis Faktor – Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Praktik Perataan Laba : Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perataan Laba (Income Smoothing) adalah cara yang digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik secara artificial (melalui metode akuntansi) maupun secara riil (melalui transaksi). Tindakan perataan laba dianggap sebagai tindakan yang umum dilakukan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Namun demikian praktik ini telah dikritik oleh banyak pihak karena dapat menyebabkan disclosure dalam laporan keuangan menjadi tidak memadai. Akibat selanjutnya, laporan keuangan menjadi laporan yang menyesatkan baik bagi pihak eksternal maupun internal perusahaan. Penelitian ini dibuat untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba yaitu profitabilitas, resiko keuangan, nilai perusahaan, keberadaan kepemilikan manajerial, jumlah kepemilikan publik dan harga saham. Pemisahan antara perusahaan yang melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan dengan menggunakan Index Eckel. Sample penelitian berjumlah 32 perusahaan dengan sub sampel sebanyak 192 laporan keuangan. Pengamatan dilakukan selama lima tahun, yaitu 2006-2010. Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi praktik perataan laba terangkum dalam bentuk hipotesis null. Analisis statistik yang digunakan terdiri dari (1) Pengujian univariate, untuk mengetahui siginifikan tidaknya perbedaan antara perusahaan perata dan bukan perata, dalam hal ini menggunakan t-Test jika data berdistribusi normal dan Mann-Whitney Test jika data tidak berdistribusi normal, (2) Pengujian multivariate, dengan menggunakan logistic regression untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perataan laba. Hasil perhitungan dengan Index Eckel menunjukkan bahwa sebanyak 6 perusahaan yang melakukan praktik perataan laba. Sedangkan dari hasil analisis logistic regression baik secara serentak maupun terpisah terhadap keenam variable independen yang diduga berpengaruh pada praktik perataan laba ternyata hanya profitabilitas yang terbukti berpengaruh. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa resiko keuangan, nilai perusahaan, keberadaan kepemilikan manajerial, jumlah kepemilikan publik dan harga saham tidak berpengaruh pada praktik perataan laba, hanya profitabilitas yang dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan tindakan tersebut.