<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Struktur Turap Benton Sungai Musi dan Plaza di Kawasan Benteng Kuto Besak Palembang

dc.contributor.authorAffianto, Vembri
dc.date.accessioned2019-01-31T07:18:11Z
dc.date.available2019-01-31T07:18:11Z
dc.date.issued2007
dc.description.abstractKonstruksi turap beton Sungai Musi dan Plaza di Kawasan Benteng Kuto Besak-Palembang direncanakan oleh PT. Yodya Karya sedangkan pemilik (owner) pembangunan konstruksi ini yaitu Dept. Permukiman dan Prasarana Wilayah Dirjen Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Propinsi Sumatera Selatan. Bulan Februari 2002 turap dibagian setengah lingkaran mengalami keruntuhan, sedangkan dibagian lurus terindikasi adanya kerusakan. Kerusakan ini mengakibatkan plaza yangberada dibelakangnya juga mengalami kerusakan parah. Perbaikan turap yang mengalami kerusakan telah diperbaiki pada tahun 2003. Untuk menghindari kegagalan struktur penahan tanah, maka di sisi Sungai Musi menggunakan struktur berupa turap beton (concrete sheet pile). Disain turap beton di pembangunan dan penataan kawasan kolom Ampera memiliki beberapa alternatif diantaranya turap beton diperkuat dengan angkur, turap beton dengan portal beton, turap pasangan batu dengan portal beton. Turap dipasang menyesuaikan dengan perilaku sungai yang sangat dinamis dan kondisi tanah bawah permukaan tepi sungai yang sangat variatif, maka banyak ditemui kondisi lapisan tanah yang diluar prediksi. Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah redesign struktur turap beton Sungai Musi dan Plaza di Kawasan Benteng Kuto Besak-Palembang. Metode penelitian yang digunakan pada analisis dinding pancang turap menggunakan metode klasik atau yang sering disebut dengan metode statis. Metode klasik mempunyai prosedur yang melibatkan asumsi yang sangat sederhana dan statika benda kaku. Metode klasik disajikan untuk nilai historis dan perekayasa masih memilih prosedur ini. Analisis struktur menggunakan bantuan program SAP 2000. Hasil redisain balok mempunyai tulangan yang lebih hemat dibanding dengan kondisi eksisting dengan prosentase 40 %. Kondisi eksisting terdapat balok pre cast dan cast in site sehingga memiliki pemborosan di daerah balok pre cast. Redisain panjang turap menghasilkan 8,2 m sedangkan panjang turap eksisting memiliki 11.98 m. Perbedaan kedalaman tersebut dapat disimpulkan bahwa kedalaman redisain lebih hemat sebesar 30 % dibanding 11,98. Pondasi tiang yang digunakan di lapangan menggunakan pondasi tiang turap baja dengan diameter 500 mm dengan panjang 22 mm. Tegangan ijin dipengaruhi oleh faktor pembebanan oleh karena itu pada tiang no 1 s/d 3 dengan faktor pembebanan berupa gaya gempa. Pondasi tiang tersebut memiliki nilai tegangan yang > 1 sehingga tidak aman untuk digunakan, untuk mengantisipasi hal ini maka diameter tiang harus dibesarkan sebesar 800 mm dengan tegangan ijin sebesar 0,7 T/m².en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/13428
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAnalisis Strukturen_US
dc.subjectTurap Benton Sungai Musien_US
dc.subjectPlazaen_US
dc.subjectKawasan Benteng Kuto Besak Palembangen_US
dc.subjectplaten_US
dc.subjectbaloken_US
dc.subjectpondasi tiang betonen_US
dc.subjectSAP 2000en_US
dc.subjectkapasitas dukung pondasien_US
dc.subjectmetode Meyerhofen_US
dc.titleAnalisis Struktur Turap Benton Sungai Musi dan Plaza di Kawasan Benteng Kuto Besak Palembangen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03511032 Vembri Affianto.pdf
Size:
28.72 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03511032 Vembri Affianto2.pdf
Size:
264.27 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: